WNA Asal Myanmar Bunuh Diri dalam Kamar Mandi Sel Tahanan Kantor Imigrasi Ambon

oleh
Ilustrasi

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Warga Negara Asing (WNA) asal Myanmar, Te Mau Dong (55) ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar mandi sel tahanan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon di Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Rabu (29/12/2021) malam sekitar pukul 20:00 WIT

Korban berstatus sebagai tahanan imigrasi.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Izack Leatemia. Foto : Istimewa

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Izack Leatemia terungkapnya peristiwa bunuh diri ini berawal dari cleaning service Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon, Marlon Tanamal (37) dimintai oleh petugas piket bernama Achmad (23) untuk mengecek korban di dalam sel tahanan.

Marlon pun memanggil-manggil nama korban dari luar sel, namun tak ada jawaban.

Karena tak ada jawaban, Marlon bersama Achmad langsung membuka pintu sel untuk mengecek langsung, namun korban tidak kelihatan di dalam selnya.

Karena penasaran, Marlon kemudian mengecek ke kamar mandi yang ada dalam sel tahanan yang ditempati korban itu melalui ventilasi bagian atas.

“Dan saat itu terlihat korban sudah dalam keadaan tergantung dengan seutas tali tepat di atas bak mandi dan saksi Marlon langsung memberitahukan kepada saksi Achmad, kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian Polresta Ambon,”terang Juru Bicara Polresta Ambon ini Rabu tengah malam.

Beberapa saat kemudian pihak kepolisian Polresta Ambon mendatangi TKP dan melakukan olah TKP termasuk kondisi korban yang berada di dalam kamar mandi.

Sekitar pukul 22.37 WIT setelah olah selesai dilakukan oleh tim Indentifikasi Polresta Ambon, jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD dr. Haulussy Ambon di Kudamati.

“Tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga keras melakukan bunuh diri dengan cara menggantung diri sesuai hasil rekaman CCTV,”tandasnya. (Ruzady)

BACA JUGA :  Hari Anti Korupsi, Penjabat Walikota Ambon Ungkap Upaya Cegah Korupsi

No More Posts Available.

No more pages to load.