Kasus Kriminalitas di Wilayah Hukum Polresta Ambon Tahun 2021 Menurun

oleh
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang saat berikan keterangan di Polresta Ambon, Selasa (12/1/2021). terkait penangkapan dalang bentrokan yang terjadi di Desa Liang. FOTO : TERASMALUKU.COM

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Jumlah kasus kriminalitas yang terjadi di wilayah hukum Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease sepanjang Tahun 2021 menurun jika dibandingkan Tahun 2020.

Kepolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang mengatakan untuk kasus dugaan tindak pidana atau gangguan kamtibmas yang ditangani Satreskrim Polresta tercatat sebanyak 1.195 kasus, menurun 63 persen jika dibandingkan Tahun 2020 dengan jumlah 1.882 kasus.

Untuk data kasus menonjol yang ditangani selama tahun 2021 adalah pembunuhan diatas JMP yang berhasil diungkap oleh satuan reskrim Polresta Ambon tidak kurang dari 12 jam pelaku kemudian ditangkap serta kasus penjualan senjata api dan amunisi yang telah dilakukan oleh dua oknum anggota polri inisial S.P dan M.R.A.

“Dan kasus yang sudah terselesaikan sebanyak 644 kasus (54 persen),”kata Kapolresta Jumat (31/12/2021) melalui rilis resmi Polresta.

Sementara untuk kasus narkotika yang ditangani Satres Narkoba Polresta, kata Leo juga menurun. Di tahun 2021 tercatat ada 38 kasus yang ditangani, menurun dari tahun sebelumnya 40 kasus.

Totalnya barang bukti kasus narkoba yang diamankan dirincikannya untuk jenis shabu 56,955 gram, ganja 412,09 gram, tembakau sintesis 103,414 gram disamping juga mengamankan minuman keras jenis sopi sebanyak 14.886 liter. “Kasus menonjol yang terjadi adalah penanganan penyalahgunaan narkotika jenis shabu oleh anggota dewan provinsi maluku dengan inisial W.W,”sambungnya.

Untuk kasus kecelakaan lalulintas yang ditangani Satlantas Polresta juga demikian, alami penurunan di tahun 2021 dengan jumlah 55 kasus, sedangkan tahun sebelumnya tercatat sebanyak 68 kasus.

“Sepanjang tahun 2021 telah dilaksanakan 9 operasi kepolisian dengan tujuan menekan angka tindak pidana maupun penyakit masyarakat menjelang natal dan tahun baru. Sehingga penurunan kasus tersebut dikarenakan adanya kegiatan rutin patroli yang ditingkatkan (kryd) selain itu juga himbauan-himbauan kamtibmas oleh satgas preemtif dan kecepatan anggota dalam pelaksanaan tugas dilapangan. Dengan kehadiran personil dilapangan itu menjadikan ruang gerak para pelaku kejahatan menjadi terbatas,”tandasnya. (Ruzady)

BACA JUGA :  Hilang Kontak Saat Melaut, Nelayan di SBT Ini dalam Pencarian Tim SAR Gabungan

No More Posts Available.

No more pages to load.