Maluku Bebas dari Covid, Ini Kata Satgas

by
dr. Adonia Rerung. FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Penyebaran Covid-19 di Maluku dapat dikendalikan. Hasilnya, Maluku bebas.

Sebagaimana diketahui, per Rabu 5 Januari 2022 kemarin sesuai data Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, tak ada lagi kasus covid aktif di Maluku.

Infografis Kasus Covid-19 di Maluku per Rabu (5/1/2022). Sumber : Satgas Penanganan Covid-19 di Maluku

Atas hal itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerung mengatakan itu menjadi bukti Maluku mampu dikendalikan penyebaran Covid-19 berkat kerjasama dari semua pihak. Sehingga kasus harian berhasil ditekan.

“Yang pertama kita syukuri, karena kita berhasil mengendalikan. Jadi semua lini bertanggungjawab, baik masyarakat yang mau divaksin dan ikut protokol kesehatan maupun dari semua instansi yang bekerja bersama-sama yang terlibat dalam sosialisasi, pelayanan baik dalam sifatnya perawatan penanganan dan vaksinasi baik dari TNI Polri maupun dari Puskesmas serta instansi lain yang terlibat di dalamnya. Dan kita syukuri itu ternyata kerjasama yang baik itu membuahkan hasil pengendalian Covid di Provinsi Maluku,”tuturnya menjawab terasmaluku.com Kamis (6/1/2022).

Maka dari itu, Satgas memnghimbau agar kerjasama semua pihak di Maluku agar tetap terus berjalan. “Betul, kerjasama ini akan lanjut terus baik masyarakat menaati aturan maupun dari semua lintas sektor yang terlibat di dalamnya untuk terus menerus memberikan sosialisasi dan memberikan pelayanan,”harapnya.

Meski begitu, Satgas juga tetap menghimbau agar jangan lengah juga apalagi saat ini ada varian Omicron.

Sehingga bagi masyarakat yang belum divaksin, agar mau divaksin. “Dengan catatan, kondisi keberhasilan ini tetap kita himbau untuk tetap divaksin, karena tidak menutup kemungkinan muncul varian baru seperti Omicrion seperti sekarang ini,”pesannya.

Apalagi vaksinasi covid-19 ini juga akan diberikan kepada anak usia 6-11 tahun. “Sekarang mau divaksin usia 6 – 11 tahun. Mudah-mudahan orang tua tidak menahan anak-anaknya untuk divaksin dan protokol ksehatan tetap jalan,”ujarnya.

Di lain sisi, pengawasan bagi pelaku perjalanan juga tetap wajib dilakukan. “Dan untuk pengawasan itu Satgas melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan di Bandara dan Pelabuhan memang lakukan pemeriksaan ketat terhadap dokumen-dokumen vaksinasi maupun rapid antigen dan swab ketika melakukan perjalanan,”tandasnya. (Ruzady)