Kasus Dugaan Korupsi Anggaran DPRD Ambon, Kajari : Rp. 1,5 Miliar Sudah Dikembalikan

by
Kajari Ambon, Dian Frits Nalle (tengah) saat berikan keterangan pers di kantor Kejari Ambon, Jumat (14/1/2022). Foto : terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepala Kejaksaan Negeri Ambon, Dian Frits Nalle mengungkapkan uang negara sebesar Rp. 1,5 miliar dari kasus dugaan korupsi anggaran di DPRD Kota Ambon sudah dikembalikan.

Selain duit Rp. 1,5 miliar, ada juga duit negara senilai Rp. 400 Juta yang dikembalikan.

BACA JUGA : Pekan Depan Hasil Penyelidikan Kasus DPRD Ambon Dilaporkan ke Kejati Untuk Diekspose

Kasus dugaan korupsi DPRD Ambon ini sendiri diselidiki Kejari Ambon berdasarkan temuan BPK Perwakilan Provinsi Maluku atas anggaran Tahun 2020 sebesar Rp. 5,3 miliar yang tak jelas penggunaannya.

“Dari hasil pemeriksaan sudah ada dana dikembalikan sebesar Rp. 1,5 miliar yang disetor ke rekening Pemkot Ambon dari hasil temuan BPK itu dan juga dari pihak bendahara ada dana kurang lebih Rp. 400 Juta,”kata Kajari saat berikan keterangan pers di kantor Kejari Ambon, Jumat (14/1/2022).

Siapa yang kembalikan, Kajari enggan ungkapkan secara detail. “Bisa langsung cek ke Pemkot saja siapa yang kembalikan, karena data itu dari bendahara DPRD. Yang penting kita ada bukti STS dari Pemerintah Kota, kita ambil itu sebagai barang bukti,”sambungnya

Pengembalian uang negara ini lanjut Kajari ada yang sebelum penyelidikan dan ada juga yang setelah penyelidikan.

Menyinggung apakah kasus akan ditutup jika kerugian negara dkembalikan seutuhnya, Kajari enggan mau berspekulasi. “Itu nanti kita simpulkan, belum saya jawab karena itu harus disimpulkan dalam ekspose,”tuturnya.

Kembali ditanyai ada rumor beredar yang sebutkan jika pengembalian uang negara itu sebagai langkah loloskan diri dari jeratan hukum dan menghapus perbuatan melawan hukum, Kajari menyebutkan jika uang negara dikembalikan seutuhnya maka itu jauh lebih baik.

Tapi jika tak ada itikad baik, maka apaboleh buat, itu lebih memberatkan.

“Jangan bahasa lolos, prinsip kami kalau uang negara dikembalikan alhamdulillah, iya kan , itu namanya menyelamatkan uang negara. (Apakah menghapus perbuatan melawan hukum?) Itu nanti kita lihat dalam ekspose, jangan sekarang kita simpulkan karena belum ekspose dengan pimpinan. Kalau mereka kembalikan saya bersyukur, ada itikad baik, kalau tidak kembalikan ya apa boleh buat, itu lebih memberatkan lagi. Tapi itu nanti kita simpulkan setelah ekspose bersama,”ucanya.

Hanya saja, berapa jumlah pasti nilai kerugian negara dalam kasus ini apakah Rp, 5,3 miliar ataukah Rp. 8,2 miliar jika dikalkulasikan juga dengan anggaran perjalanan dinas dan reses, Kajari mengaku nanti akan diumumkan. “Dalam substansi pemeriksaan, kita tidak mau mengandai-andai nanti akan kita rilis berapa kerugian yang ada. Yang jelas sudah nampak di hitungan BPK,”tandasnya.

Kasus dugaan korupsi anggaran di DPRD Ambon Tahun 2020 ini ditegaskan Kajari masih dalam tahap penyelidikan dan ditargetkan dalam bulan Januari ini sudah diekspose bersama Kejati Maluku karena indikasi perbuatan melawan hukum juga sudah ditemukan. (Ruzady)