Pekan Depan Hasil Penyelidikan Kasus DPRD Ambon Dilaporkan ke Kejati Untuk Diekspose

by
Kantor DPRD Kota Ambon di kawasan Belakang Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Foto : terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepala Kejaksaan Negeri Ambon, Dian Frits Nalle menggaransi pekan depan pihaknya akan laporkan hasil penyelidikan kasus dugaan korupsi anggaran di DPRD Kota Ambon ke Kejaksaan Tinggi Maluku untuk diekspose bersama.

BACA JUGA : Kasus Dugaan Korupsi Anggaran DPRD Ambon, Kajari : Rp. 1,5 Miliar Sudah Dikembalikan

Kajari Ambon, Dian Frits Nalle (tengah) saat berikan keterangan pers di kantor Kejari Ambon, Jumat (14/1/2022). Foto : terasmaluku.com

“Selesai pemeriksaan, Senin (Pekan depan) saya laporkan ke pimpinan kita minta ekspose waktunya, entah nanti kapan ekspose oleh pimpinan di Kejati nanti kita menunggu waktu, karena kami juga bekerja ada pimpinannya lebih tinggi,”kata Kajari saat berikan keterangan pers di kantor Kejari Ambon, Jumat (14/1/2022).

Namun ketika kembali ditanyai kepastian kapan tepatnya akan diekspose, Kajari menyatakan dalam bulan Januari, kasus ini sudah diekspose.

“Bulan ini saya harus ekspose di Kejati karena kita tidak boleh melebihi batas waktu yang sudah diberikan oleh ketentuan Jaksa Agung,”sambungnya.

Mengenai mengapa harus diekspose di Kejati Maluku, Kajari mengungkapkan karena hal ini sesuai surat edaran Jaksa Agung RI yang menerangkan bahwa perkara yang berkaitan dengan partai politik dan anggota DPRD harus melaporkan kepada pimpinan. “Ada surat edarannya, itu wajib jadi kita wajib melaporkan ke pimpinan minta petunjuk ke pimpinan,”terangnya.

Sejauh ini kata dia, mengenai kasus dugaan korupsi di DPRD Ambon masih tahap penyelidikan.

Dimana puluhan saksi sudah diminta keterangan diantaranya 34 Anggota DPRD, 40 ASN dan 3 orang dari pihak swasta dan masih lakukan pemeriksaan panitia lelang untuk mensinkronkan keterangan-keterangan saksi dan data yang sudah ada. Tersisa 5 orang saksi lagi kata Kajari yang akan diperiksa.

“Sehubungan dengan penanganan perkara tersebut, sudah ditemukan adanya indikasi, nanti semuanya akan kita melakukan ekspose ke pimpinan di Kejaksaan Tinggi Maluku,”tandasnya. (Ruzady)