Petugas Kesehatan Tidak Temui Hal Mencurigakan di Nasi Padang Poka

by
ilustrasi nasi padang

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Ramai temuan belatung dalam nasi padang mendapat peerhatian dinas kesehatn Kota Ambon. Beberapa petugas kesehatan turun ke lapangan untuk memeriksa sekaligus mminta keterangan dari pemilik dan penjual usaha nasi padang yang berlokasi di area wifi corner, Poka, Kecamatan Teluk Ambon, (24/1/2021).

Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan para petugas kesehatan itu terdiri dari petugas bidang kesehatan masyarakat (kesmas) dinkes beserta petugas puskesmas Poka.

Mereka turun ke lokasi untuk memeriksa kondisi makanan sekaligus menanyai hal-hal terkait kepada pemilik usaha.

Pasalnya video belatung dalam nasi padang itu viral dan menyita banyak perhatian warga kota. Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kota Ambon dr. Yusda Tuharea menyatakan tinjauan lapangan tadi untuk melanjutkan laoran warga dan temuan yang viral.

“Hari ini dari puskesmas dan kepala seksi di dinas kesehatan sudah ke lokasi. Untuk pemeriksaan sanitarian juga inspeksi,” jelasnya melalui saluran telepon siang tadi.

Ada sejumlah komponen yang dicek petugas di lapangan. Seperti kebersihan tempat usaha, bangunan, dapur, bahan makanan, proses olah bahan, penyimpanan hingga peralatan yang digunakan.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan ada indikasi kontaminasi makanan. “Tadi dari laporan ibu ola (petugas dinkes) yang ke lapangan tidak ditemukan sesuatu yang mencurigakan,” lanjutnya.

Pihaknya mengakui  sudah melihat video adanya belatung di nasi. Namun perlubada pemeriksaan lebih lanjut. Terutama untuk memastikan lagi kemungkinan lalat yang hinggap dan membenamkan telurnya di makanan.

Menurutnya akan ada pengecekkan kembali sejumlah item yang diperiksa dalam checklist oleh petugas. Inspeksi dan pemeriksaan tersebtu, katanya, rutin setiap enam bulan sekali.

“Terakhir diperiksa itu Oktober, berarti berikutnya April. Tapi nanti kita lihat hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh puskesmas seperti apa,” katanya. (PRISKA BIRAHY)