Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan RSUD Tual, Kejati Gandeng Appraisal

by
Kajati Mauku, Undang Mugopal saat diwawancarai di Gedung Keuangan Negara, Ambon, Kamis (27/1/2022). Foto : terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kejati Maluku gandeng appraisal (penilai) dalam mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan lahan RSUD Kota Tual Tahun 2016.

Sebagaimana diketahui, kasus ini tengah diselidiki Kejati Maluku.

Pengadaan lahan RSUD Kota Tual Tahun 2016 habiskan anggaran senilai Rp. 4,8 miliar yang terbagi dalam tiga tahap.

Tahap pertama Tahun 2016 senilai Rp. 1,5 miliar, Tahun 2017 senilai Rp. 1,5 miliar dan Tahun 2018 senilai Rp. 1,8 miliar.

Kajati Maluku, Undang Mugopal mengatakan saat ini Tim Penyelidik Kejati tengah meminta appraisal untuk hitung NJOP tanah pada lahan RSUD Tual.

Hasil penilaian harga tanah oleh appraisal itulah yang akan dijadikan pegangan dalam mengusut kasus ini.

“Kita lagi periksa, kita lagi minta appraisal (penilai). Karena pengadaan tanah kan harus ada appraisal. Kalau appraisal menyatakan harganya dibawah NJOP, itu jadi pegangan untuk kita,”kata Kajati Undang Mugopal saat diwawancarai di Gedung Keuangan Negara, Ambon, Kamis (27/1/2022).

Apalagi sambung Kajati, dalam penanganan tindak pidana korupsi, dibutuhkan bantuan dari instansi terkait lainnya.

“Semua penanganan tindak pidana korupsi itu harus ada bantuan dari instansi lain,”tandasnya.

Dalam mengusut kasus ini, Tim Penyelidik Kejati Maluku sudah periksa belasan saksi dari Pemkot Tual di tahap penyelidikan. (Ruzady)