Kasus Aktif Melonjak Drastis di Maluku, Satgas : Patut Diduga Omicron

by
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerung. Foto : Terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Dalam beberapa hari terakhir ini, Maluku alami lonjakan kasus covid-19 aktif.

Sampai dengan Senin 7 Februari 2022, tercatat ada 934 kasus covid-19 aktif di Maluku, terbanyak di Kota Ambon 812 kasus.

                                Infografis kasus covid-19 di Maluku per Senin (7/2/2022). Sumber : Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerung mengatakan, penyebab lonjakan kasus covid-19 aktif ini patut diduga karena varian Omicron sudah ada di Maluku.

Dikatakan demikian, karena dari penjelasan BTKL-PP Kelas IIA Ambon, 80 persen lebih hasil pemeriksaan sampel terbukti benar positif tepapar.

“Tadi kita sudah rapat di kantor Gubernur. Ada penjelasan dari BTKL-PP Ambon, Pak Budi (Kepala BTKL-PP Ambon), dia menjelaskan pemeriksaan itu kalau positif 90 persen kemungkinan Omicron. Pemeriksaan itu ternyata 80 persen sekian kebenarannya positif, berarti patut diduga itu ada Omicron,”terangnya saat diwwancarai Selasa (8/2/2022).

Sedangkan sampel yang di kirim ke Balitbangkes Jogja untuk memastikan apakah Omicron atau bukan, kata dia sampai saat ini belum ada hasilnya dan masih menunggu hasilnya karena kemungkinan banyak sampel yang dikirim ke Jogja juga untuk diperiksa.

“Tapi dari hasil pemeriksaan yang mereka (BTKL-PP Ambon) lakukan, hampir benar bahwa itu Omicron yang terjadi di Maluku, jadi patut diduga Omicron yang terjadi saat ini,”sambungnya.

Dari 900an pasien terpapar kata dia, hanya 2 persen saja yang dirawat di fasilitas kesehatan.

Itu artinya, kata pria yang juga menjabat sebagai Kepala Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Provinsi Maluku ini, vaksin cukup bermanfaat.

“Beruntung sudah divaksinasi sampai dua (kali), karena data yang dipaparkan tadi, (dari) 900 orang terpapar covid (data per 7 Februari 2022), yang dirawat itu 100 lebih, hanya 2 sekian persen. Artinya bermanfaat sekali vaksin, kalau tidak divasin gejalanya lebih berat. Omicron ini dia menembus orang yang sudah divaksin tapi tidak seberat (varian) Delta kemarin, disitulah letak manfaatnya vaksin. Kalau seandainya tidak divaksin mungkin banyak korban seperti Delta kemarin,”bebernya.

Dia pun menghimbau agar hal yang patut dilakukan saat ini adalah pentingnya terapkan protokol kesehatan.

Karena itulah kuncinya. “Saya menghimbau tetap protokol kesehatan, tidak ada cara lain, karena ini barang tidak kelihatan,”tandasnya. (Ruzady)