Dilaporkan, Anggota DPRD Malteng Lapor Balik ke Polisi

by
Al Walid Muhammad. FOTO : NAIR FUAD

TERASMALUKU.COM,-MASOHI-Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Syafi Boeng (SB) melaporkan seorang perempuan berinisial ZFB ke Kepolisian Resort (Polres) Malteng.

Sebelumnya, ZFB melaporkan SB ke polisi atas dugaan kasus asusila dan utang piutang. ZFB dilaporkan SB lewat kuasa hukumnya, Al Wahid Muhammad, atas dugaan pemerasan dan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

“Perlu saya jelaskan untuk pelaporan ini sebenarnya hubungan SB dengan ZFB itu berawal dari pertemanan biasa,”kata kuasa hukum SB, Al Walid Muhammad kepada wartawan Kamis, (17/2/2022) usai melaporkan ZFB di Polres Malteng.

Menurut Al Wahid, pada Maret 2021 ZFB mempunyai cita-cita untuk membeli HP bermerek Apple iPhone 12 pro. Karena tak punya uang, ZFB menyampaikan hal tersebut kepada SB.

“Kemudian SB mentransper uang sebesar Rp 5 juta melalui rekening milik ZFB. Setelah transfer ternyata uang itu tidak cukup untuk membeli HP. Olehnya itu, ZFB kembali menawarkan SB untuk melakukan pinjaman online lagi,”ungkap Al Wahid.

Tawaran pinjaman online itu direspon baik oleh SB, namun dengan syarat. Yakni ZFB harus membayar ke SB setiap bulan sebesar Rp 1.100.000 selama 11 bulan terhitung Maret 2021 hingga Januari 2022. Akhirnya tawaran SB itu diterima ZFB. “Sampai Januari 2022 masih ada hutang atau tersisas Rp 4 juta lagi di ZFB,” kata Al Walid Muhammad.

Al Wahid menjelaskan, pada Januari 2022, ZFB kembali meminta uang dari SB dengan maksud akan membeli HP bermerek Samsung Galaxy Z Fold 2. Namun SB menolaknya. Pasalnya uang sisa Rp 4 juta milik SB belum dikembalikan ZFB.

“Dari situlah secara diam-diam ZFB melakukan perekaman pembicaran yang sifatnya privat (pribadi) antar ZFB dan SB. Memang SB sempat bercanda karena sesama teman, candaan itu bahwa di dunia ini tidak ada yang gratis,”akui Al Walid.

Dengan dasar rekaman itu, SB politisi Partai Demokrat lewat kuasa hukumnya mengadukan hal ini ke pihak berwajib.  Menurut Al Walid, pihaknya menganggap ada modus operandi yang dilakukan  ZFB untuk mendapatkan keuntungan membayar hutang pihutang.

“Sebagaimana telah diatur dalam ketentuan hukum pidana tentang pemerasan itu. Makanya dengan dasar itu kami melakukan pelaporan ini untuk mengklirkan persoalan. Bahwa hubungan berkaitan dengan pencemaran nama baik melalui media elektronik ini kita harus telisik di awal,” kata Al Wahid.

Al Walid juga mempertanyakan untuk maksud apa tindakan ZFB merekam pembicara dengan SB. Padahal lanjutnya, pembicaraan bercanda antara ZFB dan SB, sesama teman itu hal yang wajar  terjadi.

Sebelumnya, pada Rabu (2/2/2022) ZFB lewat kuasa hukumnya melaporkan SB ke Polres Malteng terkait dugaan utang piutang dan tindakan asusila yang diduga dilakukan SB. Menurut kuasa hukum ZFB, ZFB menelepon SB dengan maksud untuk meminta kembalikan uang milik ZFB.

Namun dalam percakapan itu, SB mengatakan kepada ZFB bahwa dirinya sedang buang air kecil.  ZFB sempat menolak berkomunikasi, tetapi SB terus berbicara sambil mengeluarkan perkataan tidak senonoh kepada ZFB. Perkataan itu direkam oleh ZFB dengan durasi 10 hingga 17 detik, hingga akhirnya berujung pelaporan ke polisi. (NAIR FUAD)