Perjuangkan Nasib 2.480 Guru, Dikbud Dorong UKG dan PPG di Maluku

by
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Insun Sangadji saat pertemuan dengan Direktur Pendidikan dan Profesi Guru, Temu Ismail di kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI di Jakarta, Jumat (18/2/2022). Foto : Istimewa

TERASMALUKU.COM,-Sebanyak 2.480 guru SMA, SMK dan SLB di Maluku sampai saat ini belum disertifikasi.

Padahal sertifikasi guru menjadi standar profesional atau kelayakan seorang guru dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku melalui Plt. Kadis, Insun Sangadji terus berjuang di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, untuk perjuangkan nasib 2.480 guru SMA, SMK dan SLB di Provinsi Maluku.

Melalui pertemuan dengan Direktur Pendidikan dan Profesi Guru, Temu Ismail pada Jumat (18/2/2022) kemarin, Insun mengakui, telah diperoleh solusi untuk mensertifikasi para guru di Maluku.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Insun Sangadji. Foto : Istimewa

“Kita masih punya quota sebanyak 2.480 guru yang harus disertifikasi, dan ini akan terus kami perjuangkan sampai mereka siap mengikuti UKG (Uji Kompetensi Guru) dan PPG (Pendidikan Profesi Guru), guna disertifikasi dan dinyatakan layak mengadakan proses belajar-mengajar di sekolah,” kata Sangadji, Sabtu (19/2/2022).

Dari hasil pertemuan dengan Direktur Pendidikan dan Profesi Guru, lanjut dia, diperoleh solusi untuk menyelesaikan masalah kompetensi guru di Maluku, yakni perlu didata kembali jumlah guru dengan mata pelajaran yang diasuh, melakukan koordinasi dengan LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) setempat untuk penyelenggaraan PPG, dan terakhir perlu dilakukan penguatan guru-guru yang akan mengikuti UKG.

“Dari pertemuan ini sebenarnya saya minta izin agar penyelenggaraan UKG dan PPG Mandiri di Maluku, tentunya dengan kerjasama antara Dinas Pendidikan Provinsi Maluku dan Universitas Pattimura,” ungkapnya.

Menurut Insun, standar dan sistem pendidian saat ini belum bisa dilakukan UKG dan PPG Mandiri, karena masih tersentralisasi di Kementerian.

“Intinya, penyelenggara bisa saja berbeda, tetapi Tim Penilai tetap dari Kementerian. Kita mendorong kelulusan UKG, tapi untuk bisa mendapat sertifikasi tetap harus dari pusat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Ribuan Jemaah Salat Tarawih Perdana di Masjid Raya Al-Fatah Ambon

Dikatakannya, apa yang dapat dilakukan ini adalah untuk memberikan penguatan atau pelatihan kepada para guru yang akan mengikuti UKG dan PPG.

Insun menjelaskan, sertifikasi guru menjadi salah satu usaha pemerintah untuk meningkatkan mutu tenaga pendidik atau guru di dalam mekanisme teknis, dan diatur oleh pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di daerah.

“Upaya ini akan terus kami perjuangkan sebagai bagian dari tanggungjawab Pemerintah Provinsi Maluku untuk memperhatikan nasib dan kesejahteraan para guru. Sebelum ke Kementerian, kami sudah melaporkan terlebih dahulu kepada Bapak Gubernur, dan arahan dari Bapak Gubernur agar kami terus berjuang dan kawal nasib para guru agar bisa lulus UKG dan PPG, dan bisa disertifikasi,” tandasnya (Ruzady Adjis)

No More Posts Available.

No more pages to load.