Polda Maluku Gagalkan Penyelundupan 33 Ekor Nuri dari Bursel

oleh
oleh
Jenis burung Nuri Merah Maluku (Eos bornea) atau red lorry (English). Nuri termasuk burung yang terancam punah akibat kian marak penjualan satwa liar. FOTO: Dok.BKSDA Maluku

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Subdit IV Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku menggagalkan penyelundupan 33 ekor nuri dari Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) ke Pulau Ambon.

Bersama Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku, aparat keamanan mengamankan 33 ekor nuri itu dari tangan seorang penumpang KM Elisabeth II yang berlayar dari Pelabuhan Namrole di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Kamis (17/3) malam.

“Nuri maluku ini diselundupkan oleh HL alias Mama Wa, warga Desa Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah,” kata Kasubdit IV Tipidter, Kompol Asmar Sena di Ambon, Jumat (18/3/2022).

Saat diperiksa petugas, Mama Wa mengakui 33 ekor  burung nuri itu miliknya.  “Menurut pengakuannya, ini sudah kali ketiga dan baru tadi malam diamankan,” kata Asmar.

Dari hasil interogasi, Mama Wa mengaku membeli burung-burung itu di Namrole seharga  Rp50 ribu per ekor dan nantinya dijual kembali seharga Rp200 ribu per ekor.

Asmar mengatakan Mama Wa melanggar Pasal 40 ayat 2 juncto Pasal 41 ayat 2 huruf B Undang-Undang Nomor 65 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. “Saat ini sudah mulai penetapan sebagai tersangka,” kata Asmar.

Puluhan ekor nuri maluku itu kini dititipkan di BKSDA Provinsi Maluku hingga pelimpahan berkas tersangka dan barang bukti ke jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi Maluku.
​​​

Oleh : Winda Herman/Antara
Editor : Sigit Pinardi

BACA JUGA :  Status Wakil Rakyat Resmi Melekat, Begini Pesan Gubernur Murad Untuk Johan Lewerissa

No More Posts Available.

No more pages to load.