Olah TKP Dilakukan, Polda Maluku Harap Masyarakat Bantu Kepolisian Ungkap Kasus Penembakan di Hutan Pelauw

by
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Roem Ohoirat

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Polda Maluku berharap masyarakat dapat membantu aparat kepolisian mengungkap kasus penembakan misterius yang terjadi di hutan Rual-rual, hutan yang berjarak 6 kilometer dari Dusun Nama,a, Negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

BACA JUGA : Penembakan Misterius Terjadi Lagi di Hutan Pulau Haruku, Satu Warga Pelauw Tewas Tertembak

BACA JUGA : Penembakan Misterius di Hutan Terjadi Lagi, Polda Minta Warga Tak Terprovokasi

BACA JUGA : Polda Maluku Terjunkan Tim Penyelidik Ungkap Kasus Penembakan Misterius di Hutan Pelauw

Terkait kasus penembakan misterius yang mengakibatkan Ibrahim Sangadji (47) tewas Sabtu pekan kemarin ini, Kabid Humas Polda Maluku, M. Roem Ohoirat mengatakan kepolisian sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan Senin (28/3/2022) merupakan oleh TKP yang kedua kalinya.

Dan untuk bisa megungkap kasus penembakan misterius ini, peran serta masyarakat yang mengetahui informasi sekecil apapun kata Ohoirat sangat diperlukan.

“Melakukan olah TKP di tempat kejadian tempat penembakan. Selain itu kami juga berharap kepada masyarakat apabila ada yang mendapatkan atau miliki infoirmasi sekecil apapun bisa disampaikan ke kami baik secara langsung ke (Polda) ataupun Polsek maupun aparat terdekat,”kata Ohoirat kepada wartawan di ruang kerjanya Senin (28/3/2022) siang.

Menyinggung motif penembakan yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) itu, Juru Bicara Polda Maluku ini mengatakan kepolisian tidak bisa berandai-andai karena harus sesuai dengan fakta penyidikan di lapangan.

“Kami tidak bisa, kepolisian tentunya selalu berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan, tidak berandai-andai juga tidak mau berspekulasi tentang peristiwa tersebut. Tentunya kami akan tetap berpatokan pada hasil olah TKP kemudian hasil penyidikan kami berpatokan dari itu,”tegasnya.

Yang pasti kata dia, dari keterangan singkat saksi, terdengar dua kali bunyi letusan saat kejadian tersebut.

“Bunyi dua kali letusan, saya tidak bisa bilang dua kali tembakan tapi dua kali bunyi letusan dimana korban meninggal dunia,”sambungnya.

Korban tewas tertembak kembali dijelaskan Ohoirat, saat peristiwa penembakan terjadi itu tengah mencari sapi ternaknya yang lepas. Korban dan istrinya kemudian menyusuri hutan tersebut namun tiba-tiba terjadi letusan yang diduga kuat berasal dari tembakan senjata api sehingga mengenai korban dan tewas di lokasi.

“Mereka (Korban dan istrinya) ini beternak sapi, kemudian sekitar jam 5 ( Sabtu sore), almarhum dengan istrinya mencari sapinya yang lepas kemudian mereka ke lokasi hutan dimana terjadinya kejadian itu, tiba-tiba terjadi letusan yang dimungkinkan berasal dari senjata api sehingga korban meninggal dunia,”terangnya.

Polda Maluku lanjut dia sangat prihatin dengan kejadian ini. “Prihatin ya, yang pertama Polda prihatin, kemudian turut berbelasungkawa atas meninggalnya (korban),”tandasnya. (Ruzady Adjis)