Sepekan Pencarian Korban Kecelakaan Laut di Seram Timur Hasilnya Masih Nihil, Basarnas Ambon Perpanjang Ops SAR 3 Hari

by
Proses pencarian 8 korban hilang di laut Seram Timur oleh Tim SAR Gabungan melalui Ops SAR pada hari ketujuh, Rabu (30/3/2022). Foto : Humas Basarnas Ambon

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pencarian 8 orang korban hilang di laut Seram Timur diperpanjang pihak Basarnas Ambon hingga 3 hari kedepan.

Ini setelah pencarian melalui Ops SAR yang berlangsung hingga hari ketujuh Rabu (30/3/2022), para korban belum juga ditemukan.

Dan dari hasil evaluasi bersama keluarga para korban serta Pemkab SBT, diputuskan Ops SAR diperpanjang.

Sebagaimana diketahui, sebuah longboat mengangkut 13 orang diatasnya pada Rabu 23 Maret pekan kemarin bertolak dari pantai Desa Tanah Baru, Kecamatan Kesui menuju Teor, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Setiba di perairan antara Pulau Baam-Teor sekitar pukul 16:00 WIT, longboat tersebut dihantam gelombang tinggi, longboat tenggelam di tengah lautan lepas.

Dari 13 orang penumpang, 5 sudah berhasil ditemukan selamat, sedangkan 8 orang korban lainnya belum berhasil ditemukan dan diketahui nasibnya.

Para korban kecelakaan laut yang belum ditemukan dan diketahui nasibnya ini masing-masing Rinto, Ibrahim Kilwow, Ismail Hatala yang merupakan tiga orang pegawai Inspektorat, Fajrin pegawai Bappeda, Jafar Rumatiga, nahkoda beserta istri, Saidah Keliobas dan anaknya yang masih balita, Hairudin (3) serta Samsia Rumodar, bibi dari Camat Teor.

Sedangkan korban selamat yang berhasil ditemukan sehari pasca kejadian yakni Camat Teor, Indah Adhanty Rumakay, Husen Keliobas, Idrus Retob petugas Stapol PP, Gusti Pattikupang dan Uya Kilkoda pegawai Bappeda. Mereka berhasil selamat setelah berenang dari lokasi kejadian.

Kepala Basarnas Ambon, Mustari. Foto : tangkapan layar

“Sesuai dengan S.O.P Basarnas, Ops SAR maksimal dilaksanakan selama 7 hari pencarian. Namun setelah dilakukan evaluasi bersama dengan Pemkab Seram Bagian Timur dan keluarga korban maka Basarnas Ambon kembali memperpanjang 3 (tiga) hari Ops SAR,”kata Kepala Basarnas Ambon, Mustari melalui keterangan resmi Basarnas Rabu malam.

Dijelaskannya, hari ketujuh Ops SAR yang dimulai sejak Rabu pagi, 2 Tim Pencarian dan Penyelamatan atau Searching and Rescue Unit (SRU) dikerahkan mencari para korban.

BACA JUGA :  Anggota DPRD Maluku Pertanyakan Sistem Pembayaran Hutang ke SMI Rp700 Miliar

SRU 1 yakni KN SAR Abimanyu bertolak dari Dermaga PPN Tual menuju sisi selatan area pencarian pada koordinat 6° 3′ 44″ S – 133° 35′ 12″ E.

Sementara SRU 2 yakni Unsur Gabungan KP Paus PSDKP Tual, KRI TNI AL, Polairud, dan longboat nelayan bergerak menuju arah utara area pencarian pada koordinat 5° 3′ 59″ S – 134° 37′ 52″ E.

Kondisi cuaca di lokasi pencarian hujan sedang seidertai angin Barat Daya-Baat Laut berkecepatan 2–15 Knots disertai tinggi gelombang 0.5–1.25 meter.

“Dengan cuaca yang kurang begitu bersahabat, pencarian pun terus dilakukan Tim SAR Gabungan pada sisi Utara dan Selatan hingga sore hari pukul 17:00 WIT namun masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban,”terangnya.

Dengan diperpanjangnya Ops SAR, lanjut Mustari, pencarian akan kembali dilakukan Kamis (31/3/2022). “Ops SAR H.8 akan dilanjutkan esok (Kamis) pagi tanggal 31 Maret pukul 8 pagi,”tandasnya. (Ruzady Adjis)

No More Posts Available.

No more pages to load.