Ujung Maaf dari Aksi Pegawai Dishub Tendang Loyang Penjual Ikan di Mardika

by
Vanessa penjual ikan di pasar Mardika yang jualannya kena tendang pegawai dishub Kota Ambon bertemu dengan pelaku dan saling memaafkan usai mediasi bersama Sekkot Ambon Agus Ririmasse dan Kadishub Robby Sapulette, (31/3). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Aksi pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon yang menandang jualan dan mengancam pedagang ikan di Pasar Mardika, berujung pada kesepahaman dan permohonan maaf.

Vanessa Louhenapessy pedagang ikan yang jualannya kena sepak itu, Kamis (31/3/2022) siang mendatangi Balai Kota Ambon bersama sang ayah. Keduanya datang dan bertemu dengan Kepala Dinas Perhubungan Robby Sapulette serta pelaku penendangan, pegawai Dishub Kota Ambon, Chalid Marasabessy.

Tangkapan layar video tiktok saat pegawai dishub Kota Ambon menendang loyang berisi ikan milik pedagang Pasar Mardika

Mereka bertemu di ruang ULA dan membicarakan mengenai peristiwa yang viral lebih awal di tiktok atas nama @elovers0 yang diunggah pada Rabu, 30 Maret 2022 itu.

Robby mempertemukan kedua belah pihak untuk  mendengar langsung peristiwa di siang bolong di Pasar Mardika itu. Chalid, pegawai lingkup Dishub itupun meminta maaf dan mengaku perbuatannya yang telah menendang loyang berisi ikan.

Sekretaris Kota Ambon Agus Ririmasse juga hadir dan memediasi langsung pertemuan korban dan pelaku itu.

“Bagaimana orang tendang jualan kita. Saya tidak lihat salah benarnya. Saya lihat perlakukan yang tidak saya sukai,” kata Agus tegas kepada Chalid di ULA Balai kota.

Tindakan menendang dinilai sangat keliru terhadap penjual. Apalagi dia amat menyesalkan aksi itu terjadi saat sedang bertugas dan mengenakan pakaian dinas.

Saat memberi penjelasan Agus menekankan bukan pada salah dan benar. Dia memaklumi jika ada kesalahan dari pedang yang berjual di badan jualan juga pendekatan yang sangat destruktif yang dipakai pihak dishub Kota Ambon.

“Mungkin antua (Vanessa) ada salah. Seandainya itu terjadi buat keluarga kita lalu mereka nonton. Hati kita bagaimana. Oleh karena itu jang perlakukan orang kecil seperti itu,” lanjut Sekkot.

Dalam mediasi itu Vanessa juga sempat berucap kaget dengan kejadian penendang bahkan sampai viral di media sosial. Hal inilah yang kembali diingatkan oleh Sekkot, bahwa setiap herak gerik orang sangat mudah terekam dan disebarluaskan.

“Beta juga kaget bisa sampai begitu (viral),” ucapnya dengan suara sedikit bergetar. Sementara sang ayah yang duduk tepat di sebelah Chalid terlihat mengepalkan tangan sambil menahan air mata dan rasa haru saat sekkot berbicara memberi penjelasan dan nasihat kepada mereka.

Ekspresi bapak Vanessa usai menyeka air mata dan berusaha menahan emosi dan haru saat mendengar nasihat dan penjelasan sekkot

Sejatinya ada banyak pendekatan humanis persuasif dalam berkomunikasi yang dapat digunakan oleh para ASN. Agus jelas tidak membenarkan sikap itu. Dan memberikan peringatan keras jika kejadian itu terulang.

Namun berkat pertemuan mendengarkan pengakuan serta permintaan maaf langsung, semua berkahir tenang, saling memaafkan dan damai.

Dalam video yang diunggah di akun tiktok tersebut pada Rabu itu, terlihat kedua belahpihak emosi. Pedagang berusaha mempertahankan jualan, sementara pegawai dishub sedang menjalankan tugas. Sayangnya kandung tersulut emosi.

Pegawai dishub menendang loyang berisi ikan hingga sebagian terbuai ke jalan. Lalu mengepalkan tangan di hadapan wajah Vanessa sambil mengancam memukulnya. (PRISKA BIRAHY)