Masjid Nurul Huda Jalan Baru Ambon Bakal Dipugar, Posko Penggalangan Dana Dibuka, Mari Bersedekah

by
Posko Penggalangan Dana Masjid Nurul Huda Jalan Baru Ambon di depan kawasan Masjid Raya Al-Fatah Ambon. Foto : Terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sudah berusia 38 tahun sejak dibangun menjadi Masjid dari sebelumnya sebuah mushalah, kini Masjid Nurul Huda Jalan Baru Kota Ambon bakal dipugar.

Ketua Panitia Pemugaran Masjid Nurul Huda Jalan Baru Ambon, Mokhtar Tagala mengatakan untuk bisa merealisasikan pemugaran Masjid ini, dibutuhkan biaya sekitar Rp. 4.1 miliar.

Untuk itu, Panitia membuka Posko Penggalangan Dana yang dipusatkan ruas JL. Sultan Babullah depan Masjid Raya Al-Fatah Ambon.

Posko penggalangan dana ini sejatinya sudah dibuka sejak Jumat pekan kemarin, namun akan dibuka terus selama bulan suci Ramadhan, dan setelahnya akan kembali dibuka lagi setiap Jumat.

Ketua Panitia Pemugaran Masjid Nurul Huda Jalan Baru Ambon, Mokhtar Tagala (tengah) saat diwawancarai di Posko Penggalangan Dana, Kamis (7/4/2022). Foto : terasmaluku.com

“Penggalangan dana pemugaran Masjid Nurul Huda Jalan Baru kami lakukan dengan membuka posko ini, biar masyarakat bisa bersedekah. Banyak donasi yang kita buka, contohnya ada material, sedekah pengecoran tiang, pengecoran lantai dan lain-lain. Targetnya kita cari dana untuk pemugaran Masjid Nurul Huda itu sekitar 4,1 miliar,”kata Mohktar saat diwawancarai Kamis (7/4/2022) di Posko tersebut.

Untuk pemugaran kata dia ada tiga tahap. Tahap pertama yaitu pemugaran basement dan lantai 1 masjid, memakan biaya sekitar 1,5 miliar, tahap kedua pekerjaan lantai 2 dan 3, itu memakan biaya sekitar 1,8 miliar dan tahap terakhir itu pengerjaan menara dan kubah masjid dan sarana penunjang sekitar 700 juta. “Sehingga total biaya yang kita targetkan (dibutuhkan) itu 4,1 miliar,”sambungnya.

Bagi warga masyarakat yang ingin berikan sumbangan, kata Mohktar menambahkan, bisa dilakukan secara langsung di posko maupun melalui rekening Panitia Pemugaran ataupun melalui scan barcode. “Nanti scan barcode akan keluar nominal yang akan ditransfer ke panitia pelaksana. Kalau yang barcode itu donasinya langsung ke Bank Mandiri, kalau panitia punya tiga rekening yang kitra pakai BRI, BSI dan Mandiri semua atas nama Panitia,”terangnya.

Nantinya donasi yang masuk bisa dipantau langsung oleh warga melalui website Masjid Nurul Huda. “Jadi kita terbuka, semua dana yang masuk akan tertera disitu,”tandasnya.

Dijelaskannya, Masjid ini sebelumnya sebuah musholah yang kemudian ditingkatkan atau dibangun kembali menjadi Masjid tahun 1984 dan selesai proses pembangunannya tahun 1987 untuk digunakan. “Sekarang ini masjid sudah berusia 38 tahun. Jadi salah satu faktor kita lakukan pemugaran ini salah satu faktornya itu sudah banyak keropos dinding-dinding, disamping jumlah jemaah yang makin banyak sehingga membuat kami membangun kembali termasuk memperluas daya tampung,”tandasnya. (Ruzady Adjis)