Dugaan Korupsi KPUD SBB, Kejati : Belum Ada Pengembalian Kerugian Negara

by
Ilustrasi

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kasi Penkum dan Humas Kejaksaan Tinggi Maluku, Wahyudi Kareba mengatakan belum ada pengembalian kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi anggaran Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada KPUD SBB Tahun 2014.

Sebagaimana diketahui, dalam kasus ini, kerugian negaranyta mencapai Rp. 9 miliar dari total anggaran sebesar Rp. 13 miliar.

Kasus ini sendiri sudah berstatus tahap Penyidikan dan diusut langsung Kejati Maluku dan sudah puluhan saksi yang diperiksa Tim Penyidik, namun belum ada penetapan tersangka.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba. Foto : Terasmaluku.com

“Belum ada yangkembalikan kerugian negara,”kata Wahyudi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya di kantor Kejati Maluku, Ambon, Selasa (12/4/2022).

Menyinggung soal motif kasus korupsi ini, Juru Bicara Kejati Maluku itu belum bisa memastikan. Alasannya masih menunggu hasil penyidikan. “Apa motifnya, masih menunggu hasil penyidikan,”sambungnya.

Begitu juga ketika ditanya seputar penyidikan apakah sudah rampung ataukah masih adalagi saksi-saksi yang akan diperiksa Tim Penyidik Korps Adhyaksa, lagi-lagi Wahyudi mengaku hal itu tergantung Tim Penyidik. “Itu tim penyidik yang lebih mengetahui,”jawabnya.

Yang pasti kata dia, pada Selasa, ada enam orang saksi lagi yang diperiksa Tim Penyidik terkait kasus ini.

“Enam saksi dimaksud yakni satu orang komisiober KPUD SBB, tiga orang staf KPUD SBB, Camat Manipa dan satu orang anggota PPK Seram Barat,”bebernya.

Mereka diperiksa selama 6 jam. “Pemeriksaan tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 WIT hingga sekitar pukul 16.00 WIT. Materi pemeriksaan ke enam saksi tersebut mengenai seputar tugas pokok masing”, juga mengenai honorarium atau perjalanan-perjalan dinas yang diterima dan dicocokkan dengan dokumen-dokumen pertanggungjawaban,”tandasnya. (Ruzady Adjis)