Tersangka Dugaan Korupsi Anggaran KPUD SBB Belum Ditahan

oleh
Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku di JL. Sultan Hairun, Kota Ambon. Foto : terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Meski tersangka kasus dugaan korupsi anggaran Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) Tahun 2014 pada KPUD SBB telah ditetapkan, penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku belum lakukan penahanan terhadap kedua tersangka.

Sebagaimana diketahui, dalam kasus dugaan kroupsi dengan nilai kerugian negara mencapai Rp. 9 miliar ini, Kamis (21/4/2022), Penyidik Kejati Maluku telah menetapkan HBR selaku Bendahara KPUD SBB yang menjabat Tahun 2014 dan MDL selaku PPK pada KPUD SBB yang juga menjabat pada tahun yang sama sebagai tersangka.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang No. 31 tahun 1999, Undang-undang Nomor 20 Tahun 2021 Tentang Peribahan atas Undang-undang No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP

BACA JUGA : Kejati Maluku Tetapkan Bendahara dan PPK KPUD SBB Tahun 2014 Tersangka Korupsi

Penyebab kedua tersangka ini belum ditahan Penyidik Kejati Maluku dikarenakan penyidik baru menetapkan tersangka kasus ini Kamis kemarin.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba. Foto : Terasmaluku.com

“Baru ditetapkan (sebagai tersangka) tadi (kamis kemarin), belum diperiksa sebagai tersangka,”kata Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba saat dikonfirmasi Kamis malam.

Dipastikannya, dalam waktu dekat kedua tersangka akan segera diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka. “Dalam waktu dekat akan diperiksa,”sambungnya menjawab.

Menyinggung kemungkinan tersangka lain selain dua orang yang sudah ditetapkan itu, Juru Bicara Kejati Maluku ini mengkau hal itu tergantung fakta penyidikan.

“Kemungkinan bisa saja, tergantung fakta penyidikan yang ditemukan,”tandasnya. (Ruzady Adjis)

BACA JUGA :  Bupati Bursel Berharap Pemprov Maluku Perhatikan KEK

No More Posts Available.

No more pages to load.