Dua Langkah Strategis PLN Normalkan Sistem Kelistrikan di Pulau Ambon

by
Kepala PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon, Yusrizal saat Ngobrol Bareng Terasmaluku.com di Kantor PLN UP3 Ambon, Rabu (11/5/2022). FOTO : Husein Toisuta

TERASMALUKU.COM,-AMBON-PLN hingga saat ini terus berupaya menormalkan sistem kelistrikan pasca terjadinya blackout akibat gangguan pada kapal Barge Mounted Power Plant (BMPP) di Pantai Waai Kecamatan Salahutu Maluku Tengah, Pulau Ambon.

Kepala PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon, Yusrizal, mengatakan, berbagai langkah strategis sedang dilakukan pihaknya saat ini.

“PLN tentu saja akan berusaha secepat mungkin. Sehingga ada dua langkah yang disiapkan, baik itu jangka pendek maupun jangka menengah,” kata Yusrizal saat Ngobrol Bareng Terasmaluku.com di Kantor PLN UP3 Ambon, Rabu (11/5/2022).

Ia mengungkapkan, jangka menengah yang kini sedang dilakukan yaitu memperbaiki jalur evakuasi BMPP agar menjadi lebih baik. Sementara jangka pendeknya menyiapkan pengaturan sistem kelistrikan untuk melayani pelanggan.

Bahkan, kata Yusrizal, pihaknya memohon kesediaan atau bantuan dari pelanggan khusus maupun pelanggan lainnya agar dapat menyiapkan captive power atau genset.

“Kita minta bantuan kembali dari captive power mohon kesediaannya saat beban-beban puncak tertentu pada malam hari, kami minta kerelaannya untuk kita pelanggan untuk standby genset yang dimiliki,” pintanya.

BACA JUGA: Kapal BMPP Gangguan, Tiga Pembangkit Listrik di Ambon Ini Kembali Diaktifkan

Captive power, kata Yusrizal merupakan istilah bagi pelanggan yang mempunyai pembangkit sendiri seperti misalnya Ambon City Center (ACC), Maluku City Mall (MCM), Farmer, dan sebagainya.

“Kita sampaikan terima kasih karena mereka sudah turut serta menjaga pelanggan di Kota Ambon ini agar tidak meluas terjadinya pemadaman, dan bisa jadi ada pelanggan-pelanggan berpotensi yang ada captive powernya juga,” pintanya.

Meski sistem kelistrikan saat ini masih terus diperbaiki, namun PLN, kata Yusrizal, tetap memprioritaskan pelanggan spesial seperti Rumah Sakit, khususnya saat akan melakukan operasi.

BACA JUGA :  Pempus Lakukan Simulasi Vaksin COVID-19, Kota Ambon Termasuk

“Rumah sakit juga kita prioritaskan, dan mereka juga menyiapkan genset,” tambah dia.

Selain itu, Yusrizal juga berharap minimarket-minimarket di Ambon agar dapat membantu dan bersedia pada jam-jam tertentu bisa menggunakan genset sendiri.

“Kami juga harapkan minimarket pada jam-jam tertentu, kami mohon kesediaannya pada saat beban beban tinggi itu dilepas (pakai genset sendiri) dulu,” harapnya.

Yusrizal berharap, dengan beberapa langkah yang telah dan akan dilakukan tersebut, maka perbaikan sistem, khususnya pada BMPP segera diselesaikan.

“Mudah-mudahan ini yang bisa membantu kami. Kita memohon kepada pelanggan yang mempunyai genset sendiri untuk stand by seandainya jika ada beban puncak mereka pakai mesin mereka dulu. Ini yang sementara direncanakan dari teman teman-teman pembangkitan, sambil menyiapkan BMPP,” jelasnya.

Untuk diketahui, beban puncak di Ambon sendiri pada siang hari sekira pukul 13.00-14.00 WIT mencapai 56 MegaWhat (MW). Sementara pada malam hari sebesar 60 MW. Saat ini, sistem pada BMPP masih terus diperbaiki petugas PLN.

“Puncak malam itu sebesar 60 MW, kita ada (PLTMG) Ambon Peaker sebesar 35 MW, ditambah BMPP 60 MW, berarti kita sudah punya 95 MW. Belum lagi ditambah kita punya cadangan lain (di Galala, Poka, Waai). Jadi sebenarnya sudah cukup,” tandasnya.

Editor : Husen Toisuta

BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

No More Posts Available.

No more pages to load.