Rusak Parah, Kondisi Infrastruktur Jalan di Banda Neira Bikin Geleng-geleng Kepala

by
Kondisi jalan raya menuju kawasan Varhopen di Negeri Kampung Baru yang rusak parah. Foto : terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-BANDA-Kondisi infrastruktur jalan di sejumlah titik ruas jalan khususnya di Kota Neira, ibukota Kecamatan Banda rusak parah.

Tak jarang, warga kecamatan yang masuk wilayah Kabupaten Maluku Tengah ini pun banyak yang keluhkan kondisi jalan yang sudah rusak ini.

Apalagi jika berbicara tentang Banda Neira, banyak wisatawan baik domestik hingga mancanegara yang kerap sambangi pulau bersejarah ini untuk berwisata disamping berbagai gelaran event digelar digelar Pemerintah Kabupaten, Provinsi hingga setingkat Kementerian yang kerap dilangsungkan di Banda. Namun persoalan kebutuhan dasar terkait jalan ini kerap terpinggirkan.

Tengok saja, ruas jalan dari arah perempatan Kampung Baru menuju kawasan Varhopen, sangat memprihatinkan dan terbilang paling parah kondisinya karena sepanjang jalur ini rusak.

Setali tiga uang, ruas jalan di Pasar Banda juga demikian, disamping dari arah Pelabuhan Banda menuju SPBU, juga ruas jalan dari arah depan Masjid Negeri Merdeka menuju perbatasan dengan Negeri Rajawali dan juga ruas jalan menuju Nusantara dari Merdeka.

kerusakan jalan di Negeri Dwiwarna menuju arah Negeri Rajawali dan Merdeka.

Begitu juga ruas jalan dari arah Dwiwarna menuju Rajawali dan arah samping Polsek Banda ke kawasan Pondok, Negeri Dwiwarna, di sejumlah titiknya juga rusak.

Bahkan ruas jalan utama yang sudah masuk kawasan Kampung Baru pun alami hal serupa, jalan sudah bolong-bolong.

Camat Banda, Kadir Sarilan tak menampik kerusakan infrastruktur jalan ini dikeluhkan masyarakat.

Apalagi ruas-ruas jalan yang alami kerusakan sebagaimana disebutkan diatas itu kata Kadir, terbilang sudah cukup lama, tak diperbaiki. Sehingga sudah seharusnya mendapat perhatian baik dari Provinsi maupun Kabupaten.

Ruas jalan dari arah Negeri Merdeka menuju Nusantara.

“Jadi jalan di Banda ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi dan Kabupaten sebenarnya. Contoh, kemarin itu jalan dari muka lembaga (depan Lapas Banda) dikerjakan Provinsi, tapi sambungnnya dikerjakan juga Kabupaten. Seperti tahun kemarin itu dikerjakan dua-dua (Provinsi-Kabupaten). Makanya beta (saya) tidak bisa bilang ini jaan kabupaten atau jalan provinsi, dua-dua yang harus bertanggungjawab, tinggal siapa yang mau kerjakan dia,”kata Camat menjawab terasmaluku.com, Rabu (18/5/2022).

BACA JUGA :  Variasi Kuliner Berbahan Sagu di Ambon

Atas persoalan infrastruktur jalan, Camat menambahkan, sudah disampaikan ke pihak Pemkab Malteng. “Semua itu dikembalikan lagi ke Kabupaten, kalau ada anggarannya memang ada otomatis dibangun, tapi kalau dilihat dari kondisi jalan sudah sangat riskan, karena banyak (warga) yang mengeluh,”tuturnya.

Ia juga pernah meminta pihak PUPR Maluku Tengah untuk dihotmix untuk dalam Kota Neira 20 kilometer mengingat kondisi jalan saat ini dan 20 kilometer lagi untuk jalan di Pulau Banda Besar, tapi pihak PUPR Malteng sebutkan terkendala mobilisasi alat berat.

Tidak hanya kabupaten dan provinsi, Pemerintah Pusat juga kata dia seharusnya intervensi persoalan jalan di Banda ini mengingat begitu strategisnya Banda. “Untuk semua lingkungan di Kota Neira sudah harus diperbaiki,”tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Maluku Tengah, Hasan Firdausi mengatakan di Kecamatan Banda, status jalan ada jalan provinsi dan juga jalan kabupaten.

Dari sejumlah titik ruas jalan rusak yang disebutkan diatas, kata Hasan, ruas jalan sekitar Pasar menuju Pelabuhan Banda sebenarnya masuk Rencana Kerja (Renja) Tahun 2021, hanya saja karena refocusing anggaran sehingga dialihkan untuk fasilitas kesehatan.

kondisi ruas jalan di Pasar Banda

“Rencana prioritas kabupaten di sekitar pasar ke pelabuhan, sudah masuk di Renja 2021, namun ada refocusing anggaran yang dialihkan untuk fasilitas kesehatan,”jawabnya dihubungi via seluler Rabu.

Hasan juga mengatakan, di tahun 2020 lalu, sejumlah ruas jalan kabupaten di Kota Neira baru ditingkatkan, seperti di Negeri Nusantara, Dwiwarna dan Kampung Baru tanpa merincikan jalur-jalur mana saja yang ditingkatkan itu.

Sedangkan Tahun 2021 Dinas PUPR fokus pada pembangunan RSU Banda dan Tahun ini fokus pada Kantor Camat dan Tahun 2022 ini malah fokus ke kantor Camat.

“Jalan kabupaten tahun 2020 dari Nusantara, Dwiwarna dan Kampung Baru, baru ditingkatkan tahun 2020, tahun 2021 fokus pembangunan RSU Banda, Tahun 2022 fokus pada Kantor Camat Banda,”sambungnya.

BACA JUGA :  Danramil Wahai Sambut Kedatangan Tim Penelitian Arsitek UI

Menyinggung perbaikan kerusakan jalan ini, Hasan mengaku tetap menjadi prioritas. Hanya saja hal itu akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran.

“Tetap menjadi prioritas daerah sesuai kemampuan anggaran,”tandasnya tanpa menjawab kapan pastinya perbaikan akan dilakukan.

Untuk jalan di Pulau Banda Besar, sambung Hasan, masuk prioritas DAK Tahun 2023 mendatang.

Penulis : Ruzady Adjis

BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

No More Posts Available.

No more pages to load.