Anggota DPRD Minta Penjabat Wali Kota Ambon Batasi Pembangunan Retail Modern

oleh
oleh
Minimarket Alfamidi dan Indomaret berjejer di kawasan Jalan Tulukabessy Mardika Kota Ambon, Selasa (30/11/2021). FOTO : Terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Anggota DPRD Kota Ambon Gunawan Mochtar, meminta penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena membatasi pembangunan gerai ritel modern, seperti Alfa Midi dan Indomaret, di Kota Ambon.

BACA JUGA : Pidato Perdana di DPRD, Penjabat Wali Kota Ambon Singgung Kontribusi Richard

Ini disampaikan Gunawan dalam interupsinya di rapat paripurna istimewa penyampaian memori masa akhir jabatan dan pidato perdana penjabat Wali Kota Ambon, Rabu (25/5/2022).

“Saya minta agar penjabat Wali Kota Ambon untuk membatalkan kontrak-kontrak yang telah disepakati terkait dengan pembangunan gerai ritel modern,” kata Gunawan Mochtar.

Politisi PKB yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I ini menerangkan, pembangunan gerai modern awalnya disetujui sebanyak 20 unit saja. Namun, saat ini pembangunannya sudah mencapai 200 unit.

“Saya minta itu menjadi program prioritas. Karena usaha-usaha mikro ini akan mati jika gerai modern terus menjamur di mana-mana,” tandas Gunawan.

Pemberian izin pembangunan cabang retail modern di Kota Ambon telah menjerat mantan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy sebagai tersangka dan ditahan KPK. Richard diduga menerima suap izin pembangunan cabang retail di Ambon tahun 2020.

Sementara itu, Bodewin Wattimena resmi dilantik jadi Penjabat Wali Kota Ambon, sejak Selasa (24/5/2022).

Berdasarkan Keputusan Mendagri Nomor 131.81 – 1165 Tahun 2022 tertanggal 13 Mei 2022, Wattimena akan jadi orang nomor satu di Ambon hingga tahun 2024.

Sebelum dilantik jadi Penjabat Wali Kota Ambon, Wattimena merupakan Sekretaris DPRD Provinsi Maluku sejak 2021.

Oleh : Winda Herman/Antara
Editor : Royke Sinaga

BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

BACA JUGA :  Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Untuk Personel Polda Maluku Berlangsung Selama Tiga Hari

No More Posts Available.

No more pages to load.