Dorong Pemanfaatan Energi Hijau, PLN Siap Kembangkan Pembangkit EBT di Maluku dan Maluku Utara

oleh
oleh
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Adams Yogasara saat kegiatan Multi Stakeholder Forum PLN UIW MMU Tahun 2022 yang dilaksanakan pada Senin (30/5/2022). FOTO : PLN

TERASMALUKU.COM,-AMBON-PLN terus berkomitmen untuk mendukung transisi energi melalui pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia.

Salah satunya juga melalui kesiapan PLN dalam rangka pengembangan EBT berkapasitas 454,42 Mega Watt (MW) di Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan penggunaan energi yang lebih bersih dan hijau di Maluku dan Maluku Utara serta sebagai upaya mencapai carbon neutral di tahun 2060,” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Adams Yogasara saat kegiatan Multi Stakeholder Forum PLN UIW MMU Tahun 2022 yang dilaksanakan pada Senin (30/5/2022).

Adams pun menambahkan, sesuai dengan yang tertuang dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021 -2030, rencana pembangunan pembangkit EBT tersebut tersebar di 2 (dua) provinsi yakni Provinsi Maluku sebanyak 21 lokasi dan Provinsi Maluku Utara sebanyak 13 lokasi.

“Terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 185,17 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Panas (PLTP) 60 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) 209,25 MW”, jelas Adams.

Di samping itu, PLN juga sedang merencanakan program dedieselisasi dengan mengganti sebanyak 33 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 94,33 MW yang tersebar di Maluku dan Maluku Utara menjadi Pembangkit EBT/PLTS.

“Langkah dedieselisasi ini merupakan upaya PLN untuk menghadirkan listrik yang ramah lingkungan atau upaya substitusi pembangkit listrik yang mengonsumsi BBM ke pembangkit yang memanfaatkan EBT yang ramah lingkungan”, tambah Adams.

Ia juga menambahkan, langkah ini juga menjadi upaya perseroan mengeksplorasi sumber-sumber energi ramah lingkungan serta menggali potensi energi setempat yang bisa dikembangkan di masa mendatang.

“Ini adalah upaya dari PLN untuk meningkatkan penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan, sesuai dengan semangat Transformasi kami, yaitu Green”, pungkasnya.

BACA JUGA :  Dua Warga di Saparua Timur Ditembak Penembak Misterius, Satu Tewas

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Teknik Universitas Pattimura, Pieter Berhitu, menuturkan bahwa Provinsi Maluku memiliki potensi yang baik untuk pemanfaatan EBT dengan melihat kondisi geografis dan sumber daya alam yang tersedia.

Ia menilai, dengan laut yang sangat luas disertai dengan ribuan pulau kecil beserta pedalaman dan daerah pesisir, Provinsi Maluku memiliki potensi pemanfaatan EBT berupa energi surya, angin, panas bumi dan energi arus laut.

“Namun ini perlu sinergi dan kolaborasi yang baik antara PLN dengan para stakeholder untuk dapat mewujudkan rencana yang telah dipaparkan PLN tersebut”, ungkapnya. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.