KM. Rizki Mulia Tenggelam di Perairan Pulau Mai Ternyata Angkut Ribuan Karung Gaharu dari Papua, 8 Awaknya Diselamatkan Kapal Nelayan Ini

by
Delapan orang korban selamat insiden kapal tenggelam saat tengah duduk di geladak KN. SAR Abimanyu ketika dalam perjalanan ke Ambon, Jumat (1/7/2022) usai dievakuasi dari Pulau Mai, Kepulauan Lucipara, Malteng

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kapal Motor (KM) Rizki Mulia yang tenggelam di Perairan Pulau Mai, Kepulauan Lucipara, Kabupaten Maluku Tengah pada 23 Juni 2022 lalu ternyata mengangkut ribuan karung berisi Gaharu Kemendangan dari Papua.

BACA JUGA : Dihantam Gelombang Tinggi Laut Banda, Kapal Bermuatan Gaharu Tenggelam, Kru Kapal Selamat

Ini terungkap dari penuturan Nahkoda kapal, La Deni (37) usai berhasil dievakuasi ke Ambon Jumat (1/7/2022) pads Ops SAR hari kedua bersama tujuh orang ABK kapal yang berhasil selamat.

BACA JUGA : Delapan Hari Terdampar di Pulau Mai, Kru KM. Rizki Mulia Akhirnya Dievakuasi ke Ambon

Kepala Basarnas Ambon, Mustari menjelaskan, menurut keterangan dari Nahkoda, KM. Rizky Mulia berangkat dari Kabupaten Asmat, Provinsi Papua sejak 28 April 2022 dengan tujuan Probolinggo bersama muatan 2.300 karung Gaharu Kemendangan.

Berlayar memasuki Laut Banda, kapal sempat mengalami kerusakan pada mesin utama, namun berhasil diperbaiki dan kembali melanjutkan pelayaran.

Kepala Kantor SAR Ambon, Mustari. Foto : Tangkapan Layar

“Pada 31 Mei, kapal motor tersebut dikawal Kapal TNI AL masuk ke Kota Ambon guna pemeriksaan dokumen pelayaran,”ungkapnya Jumat (1/7/2022) malam mengutip keterangan dari La Deni, Nahkoda KM. Rizki Mulia.

Setelah pemeriksaan dokumen pelayaran itu, KM. Rizki Mulia baru bisa lanjutkan perjalanannya pada 18 Juni 2022. “Dengan muatan Gaharu Kemedangan sebanyak 2.300 karung,”sambungnya.

Nahas, sehari pasca bertolak dari Ambon, tepatnya pada 19 Juni 2022, KM Rizky Mulia dihantam gelombang tinggi di Perairan Laut Banda yang menyebabkan kemudi kapal patah sehingga kapal terombang-ambing selama empat hari.

Kapal tenggelam pada 23 Juni 2022 di Perairan Pulau Mai, namun para kru kapal diselamatkan kapal nelayan dari Bau-Bau, Sulawesi Tenggara dan dievakuasi ke Pulau Mai yang kemudian para korban selamat ini ditemukan petugas penjaga Mercusuar.

BACA JUGA :  Mendag Lutfi : Pemerintah Pastikan Subsidi Minyak Goreng Curah Sampai ke Pasar

“Kedelapan korban berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan dari Baubau Sulawesi Tenggara dan dievakuasi menuju Pulau Mai,”bebernya.

Kini delapan korban selamat peristiwa kecelakaan laut itu sudah berhasil dievakuasi ke Ambon dari Pulau Mai Jumat.

“Selanjutnya seluruh korban diserahkan kepada pihak Perusahaan untuk dibawa menuju Rumah Sakit terdekat guna mendapatkan perawatan,”sambungnya.

Ops SAR pun ditutup pasca seluruh korban selamat berhasil dievakuasi ke Ambon.

Data korban selamat :
La Deni 37 – Nahkoda
Mahudi 31 – KKM
Askari 25 – ABK
Yuskar 25 – ABK
Usman 32 – ABK
Sulaiman 50 – ABK
Ode Yasmin 25 – ABK
Yusri 23 – ABK

Penulis : Ruzady Adjis

BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

No More Posts Available.

No more pages to load.