Nzmates dan Unpatti Luncurkan Laboratorium Tenaga Surya Pertama di Maluku

by
Program New Zealand-Maluku Access to Renewable Energy Support (Nzmates-Dukungan Selandia Baru-Maluku untuk Akses ke Energi Terbarukan) bekerjasama dengan Unpatti Ambon, meluncurkan Laboratorium Tenaga Surya pertama di Provinsi Maluku di Fakultas Teknik Kampus Unpatti, Senin (4/7/2022). FOTO : HUSEN TOISUTA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Program New Zealand-Maluku Access to Renewable Energy Support (Nzmates-Dukungan Selandia Baru-Maluku untuk Akses ke Energi Terbarukan) bekerjasama dengan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, meluncurkan Laboratorium Tenaga Surya pertama di Provinsi Maluku.

Peluncuran “Pūngao Pattimura Mini-grid Laboratorium” sekaligus digelar pelatihan tenaga surya ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan energi terbarukan di Maluku. Kegiatan itu berlangsung di Fakultas Teknik Kampus Unpatti di Poka Kota Ambon, Senin (4/7/2022).

Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Kevin Burnett, mengatakan, laboratorium surya ini akan memberikan kesempatan pelatihan baru kepada mahasiswa, alumni, operator, dan teknisi. Sehingga mereka dapat berkontribusi pada peningkatan keberlanjutan proyek energi surya di Maluku.

Ia mengatakan, sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dibangun menggunakan sistem AC Coupling. Terdiri dari panel surya berkapasitas 5,67 kWp dan baterai dengan kapasitas 15,36 kWh.

Instalasi terdiri dari mini-grid yang rangkaiannya saling terhubung dapat beroperasi baik di dalam maupun di luar jaringan (on dan off-grid). Ini berguna untuk
mensuplai beban darurat.

Pembangunan laboratorium dilakukan sepanjang Maret – Mei 2021 oleh PT Syntek Otomasi Indonesia (Syntek Energy & Control). Protokol Covid-19 dan prosedur kesehatan keselamatan kerja  (K3) diterapkan dengan baik selama kegiatan konstruksi dan instalasi. Sertifikat Laik Operasi (SLO) diterima lab setelah melewati tahapan pengujian dan commissioning oleh staf PT KONSUIL.

Pelatihan selama 2 hari diadakan pada bulan Juni 2021 untuk dosen dan mahasiswa Teknik UNPATTI. Training bertujuan untuk membekali para dosen dan mahasiswa dengan informasi mengenai prosedur, fungsi, pemeliharaan, dan troubleshooting.

“Dengan adanya kerjasama ini saya yakin sungguh unpatti akan berperan bersama-sama dengan Bappeda atau dengan pemerintah provinsi atau kabupaten kota untuk memulai,” harap Rektor Unpatti Ambon, Prof. Dr. M.J. Saptenno, dalam sambutannya.

BACA JUGA :  Ketua IKBH : Lokki Bukan Negeri Adat, Jangan Rampas Hak Negeri Luhu

Saptenno mengatakan, laboratorium ini tugasnya untuk melakukan kajian-kajian mendalam. Hasilnya akan disampaikan kepada pemerintah daerah (Pemda) maupun pemerintah pada umumnya dalam bentuk masukan.

“Sebab kita boleh punya sumber daya alam perikanan banyak tetapi kalau sumber daya air bermasalah, saya yakin sungguh kita tidak akan bisa menjadi daerah pengekspor ikan dengan baik karena masalah sumber daya air,” jelasnya.

Ia mengaku, ketahanan energi menjadi hal penting. Sehingga diharapkan Fakultas Teknik Unpatti bisa bekerja sama dengan pihak PLN, maupun Pemda untuk mencari alternatif pemecahannya dengan menggunakan energi-energi terbarukan lainnya, sehingga kita bisa keluar dari masalah energi,” harapnya.

Di tempat yang sama, Safitri Baharudin, program manager Nzmates, mengungkapkan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan institusi pendidikan di Maluku terutama Unpatti Ambon dapat mempromosikan, memanfaatkan, serta menyebarkan pengetahuan dan keterampilan terkait energi terbarukan.

“Untuk itu langkah selanjutnya yang perlu mendapatkan perhatian adalah bagaimana meningkatkan kolaborasi dan kerjasama dengan pihak-pihak maupun pelaku yang aktif di bidang energi terbarukan,” katanya.

Ia mengatakan, dalam jangka panjang laboratorium tenaga surya ini diharapkan dapat melahirkan tenaga kerja yang memenuhi syarat dan tersedia di Maluku untuk terlibat dalam peran-peran terkait PLTS.

“Peranan baik itu desain, instalasi, operasi, dan pemeliharaan di Maluku. Ini akan berkontribusi pada peningkatan keberlanjutan di Maluku,” terangnya.

Keberlanjutan suatu teknologi itu sendiri, kata Safitri, bergantung kepada orang yang memanfaatkannya.

“Harapan kami bahwa dengan memanfaatkan laboratorium ini dengan sebaik-baiknya, tidak lupa memperhatikan prosedur keselamatan kerja serta operasional dan pemeliharaannya, sehingga sistem ini bisa berkelanjutan,” pungkasnya.

Kepala Bappeda Maluku, Anton Lailosa, mengungkapkan, laboratorium tenaga surya ini sangat berguna. Ini akan dapat menjadi penolong.

BACA JUGA :  Pipa Bawah Laut Mesin Pembangkit Bocor, PLN Ambon Lakukan Pemadaman

“Tenaga-tenaga yang kita butuhkan bisa dilatih dari tempat ini, jadi memang kelihatannya hanya sebuah laboratorium tapi ini memiliki dampak yang besar,” katanya.

Menurutnya, selama ini Pemda telah bekerjasama dan siap untuk memberikan suport bantuan-bantuan baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Karena kalau kita memberikan bantuan dan akhirnya nanti misalnya beberapa bulan kemudian dia tidak berguna maka itu akan menjadi masalah. Jadi dengan adanya hal-hal seperti ini kita bisa lagi memberikan bantuan-bantuan,” ujarnya.

Liputan : Husen Toisuta

Editor  :  Hamdi 

No More Posts Available.

No more pages to load.