Dampak Bencana Alam di Ambon, 2 Korban Meninggal, 79 Rumah Rusak, 4706 Jiwa Mengungsi

by
Rumah warga di Stain RT/RW:005/019 kawasan Stain, Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon tertimbun longsor, Jumat (8/7/2022). Foto : Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Dampak bencana alam banjir dan tanah longsor di Kota Ambon menyusul hujan deras dalam beberapa hari belakangan ini, mengakibatkan 2 korban meninggal dunia, puluhan rumah warga rusak dan ribuan warga terpaksa mengungsi.

Bencana alam banjir dan longsor ini terjadi di 5 kecamatan menyusul tingginya curah hujan di Kota Ambon hingga Senin (11/7/2022) kemarin.

Kepala BPBD Kota Ambon, Demy Paais mengungkapkan, sesuai update data BPBD Ambon per Senin (11/7/2022), korban meninggal akibat bencana alam ini dua orang. Kedua korban ini masih anak-anak, masing Ikhwan Jekta Karnodu usia 4 tahun akibat tanah longsor dan Vrentto Palijama usia 7 tahun akibat banjir.

Totalnya kata Paais, ada 7 orang korban termasuk dua korban meninggal, namun 4 diantaranya alami luka-luka dan harus dirawat di Rumah Sakit dengan rincian dua orang dewasa dan dua orang anak serta satu korban lainnya rawat jalan.

“Data BPBD Ambon per Senin 11 Juli 2022, korban jiwa akibat bencana alam di Ambon tujuh orang dengan rincian, satu korban meninggal akibat longsor, satu korban meninggal akibat banjir, empat korban luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit serta satu korban rawat jalan,”ungkapnya Senin tengah via seluler.

Sementara rumah warga yang rusak akibat longsor dan tertimpa pohon tumbang tercatat sebanyak 79 unit yang tersebar di 157 titik loksi terdampak. “Rumah terancam longsor itu ada 97 unit mengakibatkan terganggunya aktivitas pemilik rumah,”terangnya.

Banjir di kawasan Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Jumat (8/7/2022). Foto : tangkapan layar

Sedangkan rumah tergenang akibat banjir pada 20 titik loksi terdampak tercatat sebanyak 831 unit namun air kembali surut seiring intensitas hujan yang mereda.

Masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor 1.153 Kepala Keluarga (KK) atau 4706 jiwa. “Masyarakat mengungsi karena masih rawan terjadi longsor susulan,”sambungnya.

BACA JUGA :  Gubernur Anies Baswedan Positif Covid-19

Selain rumah warga, bencana alam rusaki talud sungai/tanggul di 8 titik lokasi, talud/badan jalan pemukiman di 10 titik, jalan raya di 6 titik lokasi serta rusaki 1 jembatan di Halong hingga akibatkan akses transportasi terhambat dan kini dalam perbaikan.

Tidak hanya itu saja, bencana alam juga berdampak bagi fasilitas umum seperti RS Memorial
Otto Kwik terdampak banjir serta 3 unit bangunan sekolah masing-masing SDN 86, 34 dan SD Inpres 42 Ambon terdampak tanah longsor.

Untuk penanganan Tanggap Darurat, kata Paais, BPBD Kota Ambon telah memberikan bantuan logistik dan peralatan pembersihan longsor bagi lokasi-lokasi terdampak.

Penulis : Ruzady Adjis

BACA BERITA TERKINI LAINNYA DIĀ GOOGLE NEWS

No More Posts Available.

No more pages to load.