Pengedar Shabu Yang Diorder dari Napi Diringkus Polresta Ambon

by
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol. Raja Arthur Simamora didampingi Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena saat menunjukkan barang bukti shabu yang diamankan dari tangan tersangka RDS, pengedar narkotika jaringan antar provinsi. Foto : Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Aparat Polresta Ambon mentangkap seorang warga Nusaniwe, Kota Ambon berinisial RDS alias I yang jadi pengedar narkoba jaringan antar provinsi.

BACA JUGA : 3,5 Ton Miras Sopi Hasil Sitaan Dimusnahkan Polresta Ambon

RDS diringkus personel Satuan Reserse Narkoba (Resnarkoba) Polresta Ambon pada Sabtu 16 Juli 2022 di kawasan BTN Kebun Cengkih 306.

Dari tangan RDS, polisi temukan 1 Ons atau 100 Gram narkotika jenis shabu-shabu dan hasil tes urinenya juga positif metafemtamine.

RDS kata Kapolresta merupakan pemain baru dalam jaringan peredaran narkotika ini.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulu-pulau Lease, Kombes Pol. Raja Arthur Simamora saat berikan keterangan pers di Mapolresta Ambon, Kamis (21/7/2022) seputar penangkapan RDS, warga Nusaniwe, Kota Ambon atas kasus peredaran narkotika. Foto : Istimewa

“Hari Sabtu kemarin, dari Satresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, kita berhasil menangkap tersangka RDS alias I, TKPnya Kebun Cengkih BTN 306, barang buktinya 100 gram atau 1 Ons shabu-shabu,”kata Kapolresta Ambon, Kombes Pol. Raja Arthur Simamora di Mapolresta Ambon, Kamis (21/7/2022).

Jika diuangkan, barang bukti shabu yang diamankan dari tangan RDS ini bernilai kurang lebih Rp. 300 Juta. “Kalau ditotalkan, nilai yang bisa ditimbulkan dari barang bukti ini 300 Juta, cukup besar,”sambungnya.

Ternyata, shabu-shabu yang diedarkan RDS ini diperoleh dari salah seorang narapidana yang mendekam di Lapas kawasan Kalimantan.

“Dapat dari dan tersangka yang sudah ditahan di Lapas dari Kalimantan, jadi pengendalinya dari Kalimantan, dibawa kesini (Ambon) untuk diedarkan di wilayah hukum Polresta Ambon, ini menjadi kewaspadaan kita bersama jangan sampai marak lagi,”bebernya.

Shabu yang diedarkan RDS ini dijual dengan harga sekitar Rp. 3 Juta per gramnya.

RDS kata Kapolresta sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus peredaran narkotika dan dikenakan dengan Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika.

“Ancaman hukuman itu paling sedikit 5 tahun paling lama 20 tahun,”tandasnya.

BACA JUGA :  Alexander dan Rey Revans Juarai Lomba Foto Sunset Eri Pulau Ambon

Atas kasus yang melibatkan bandar narkoba atau pengendali dari luar provinsi Maluku, kata Kapolresta menambahkan, akan dikembangkan lagi penyidikannya.

“Prosesnya tidak berhenti sampai disini, akan dikembangkan lagi karena ada keterlibatan dari luar Provinsi Maluku,”tandasnya.

Penulis : Ruzady Adjis

BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

No More Posts Available.

No more pages to load.