Bangun 3 Underpass Solusi Macet, Komisi III DPR Kota Ambon Nila Ada Hal Krusial

oleh
Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon Robby Sapulette saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPRD Kota Ambon. FOTO : PRISKA BIRAHY

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Jalan Kota Ambon makin terasa macet. Jumlah kendaaraan yang terus bertambah serta minimnya pertumbuhan jalan jadi dua dari sekian faktor penyebab.

Dalam forum FGD beberapa waktu lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon menelurkan rencana besar solusi kemacetan. Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon Robby Sapulette akan mengusulkan pembangunan 3 underpass sekaligus.

Lokasinya ada depan masjid An-Nur Batumerah. Dengan begitu kendaraan yang ingin masuk ke Batumerah dalam tidak lagi melewati Jalan Jenderal Sudirman.

Lokasi kedua sebelum dan setelah Hotel Santika. Dengan begitu tidak ada crossing kendaraan seperti yang biasa terjadi dari arah Kebun Cengkih ke kota atau ke arah Galala.

Ada pula usulan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) mengganti seluruh zebra cross yang ada di kawasan itu. Alternatif kedua yakni pembangunan flyover dari Batumerah hingga Tantui.

Namun apakah rencana itu solusi kemacetan. Pasalnya rencana Dishub untuk penertiban pun dirasa kurang maksimal. Di Jalan Tulukabessy tetap macet, makin macet.

Ide meniadakan seluruh pemberhentian atau parkir sementara nyatanya tidak berjalan. Warga kota yang melintas masih saja menjumpai kendaraan parkir, berhenti sementara atau angkot yang mengambil penumpang.

Anggota Komisi III DPR Kota Ambon Harry Farfar menilai rencana tersebut cukup berisiko. Meski ada harapan besar pembangunannya merupakan langkah solutif.

“Ada point krusial dari rencana bangun 3 underpass ini.  Kita tau bagaimana penganggaran memakan waktu lumayan lama. Pemerintah harus punya solusi alternative,” sebut Harry.

Hasil FGD yang masih berupa usalan dan rencana akan melalui beberapa tahap. Ada kajian hingga penganggaran sebelum ketok palu proyek underpass jalan.

Sementara kemacetan adalah makanan sehari-hari warga kota. Pihaknya meminta Dishub untuk mengkaji serta melihat ulang solusi alternatifnya.

BACA JUGA :  Tim Pempus Pantau Penggunaan Dana Desa di Maluku

“Katong tetap mendukung, besar harapan semua yang jadi rencana pembangunan itu terlaksana,” harapnnya.

Kepala Dinas Perhubungan Robby Sapulette menyatakan tidak ada lagi cara lain untuk mengurangi kemacetan. Kondisi di lapangan cukup buruk untuk ada pelebaran jalan rekayasa lalin.

“Memang kondisi sekarang sudah tidak bisa lagi ketika kita mau bikin manajemen lalu lintas, manajemen keuangan mau dibuat seperti apapun kalau sudah stuck solusinya cuma satu membangun infrastruktur sebagai solusi alternatif,” tegasnya.

Tentu, katanya aka nada kajian ketat dari pihak terkait soal pembangunan jalan. Seperti detail engineering design juga ada analisa dampak lalu lintas (andalalin), terkait dampak lingkungan dari pembangunan flyover sendiri, serta analisa dampak lingkungan (amdal).

“Empat hal ini mesti kita siapkan, sehingga usulan-usulan ini kita sampaikan kepada balai maupun pemerintah provinsi. Lalu disampaikan kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian PUPR RI di Jakarta. Kira-kira hal itu yang kita sepakati di FGD dimaksud, kami berharap sungguh itu bisa kita bangun,” katanya. (PRISKA BIRAHY)

No More Posts Available.

No more pages to load.