Hadiri Wisuda Sarjana, Wagub : Apakah SDM Maluku Bisa Kompetitif Mampu Jadi Tuan Rumah atau Sekedar Penonton ?

by
Wagub Maluku, Barnabas Orno saat berikan sambutan pada acara Wisuda Sarjana Pasca Sarjana periode I Tahun 2022 Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon di Aula kampus IAKN, Jumat (29/7/2022). Foto : Biro Adpim Setda Provinsi Maluku

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Ada pertanyaan sederhana namun sarat makna yang dilontarkan Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno saat hadiri Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana periode I Tahun 2022 Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon di Aula kampus IAKN, Jumat (29/7/2022).

BACA JUGA : Wagub : Kita Harus Berani Berkata Kemiskinan di Maluku Itu Soal Masa Lalu

Apalagi tema yang di usung dalam acara Wisuda IAKN Ambon ini yakni, “Membangun SDM Unggul Memperkuat Indonesia Tangguh”.

Sekedar tahu, jumlah wisudawan yang dilepas pada periode ini sebanyak 57 orang.

Rinciannya, satu orang Doktor (S3) Program Studi Pendidikan Agama Kristen , enam orang Magister (S2) Program Studi Pendidikan Agama Kristen, satu orang Magister (S2) Program Studi Musik Gerejawi, 32 orang Sarjana (S1) Program Studi Pendidikan Agama Kristen, delapan orang Sarjana (S1) Program Studi Bimbingan Konseling Kristen, satu orang Sarjana (S1) Program Studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini, tiga orang Sarjana (S1) Program Studi Pastoral Konseling, satu orang Sarjana (S1) Program Studi Agama dan Budaya, satu orang Sarjana (S1) Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama dan tiga orang Sarjana (S1) Program Studi Pendidikan Seni Musik.

Pertanyaan sederhana yang dilontarkan Wagub ini disampaikannya ketika berikan sambutan.

Dihadapan para wisudawan dan wisudawati IAKN Ambon, Wagub bertanya, apakah SDM Maluku bisa kompetitif dan mampu menjadi tuan rumah atau sekedar penonton di rumah sendiri?” tanya Wagub.

Bukan tanpa alasan orang nomor dua di Provinsi Maluku ini melontarkan pertanyaan tersebut.

Pasalnya, kata Wagub, berdasarkan data BPS Maluku per-Agustus Tahun 2021, sebanyak 42,86 persen penduduk Maluku yang bekerja masih didominasi lulusan SMP ke bawah, sisanya 19,32 persen adalah sarjana dan diploma.

BACA JUGA :  Situs Tiktokcash.com Dalam Proses Diblokir,Kominfo: Transaksi Elektronik Yang Melanggar Hukum

“Itu artinya, tenaga kerja ahli masih belum mencukupi kebutuhan pembangunan di berbagai sektor,” ungkap Wagub.

Dari 140 juta angkatan kerja per tahun 2021, lanjut mantan Bupati Maluku Barat Daya (MBD) dua periode itu, 9 juta diantaranya masih pengangguran karena pandemi. Jumlah ini, belum dihitung dengan penduduk usia produktif yang siap di dunia kerja sebanyak 1,8 juta dari SMA dan 1,7 juta dari lulusan perguruan tinggi.

“Sementara di sisi lain, lapangan kerja yang tersedia hanya sekitar 3,6 juta. Sedikitnya lapangan kerja dari jumlah pencari kerja yang terus meningkat, memaksa lembaga pendidikan kita termasuk IAKN harus mendidik mahasiswa yang bisa menciptakan lapangan kerja menuju Indonesia maju,” papanya.

Komitmen inilah, yang membuat pemerintah pusat, sebut Wagub, telah merumuskan kriteria SDM unggul, antara lain berbudi pekerti luhur, berkarakter kuat, toleran, jujur, berhati Indonesia, berideologi Pancasila, berakhlak mulia, bekerja keras, berdedikasi dan menguasai keterampilan serta ilmu pengetahuan.

“Untuk itu, saya berharap, momentum ini dapat merefleksikan posisi IAKN dalam memproduksi SDM unggul dan terpercaya. Saya meyakini itu, sebab sumbangan kampus ini amat sangat besar terutama dalam membangun persepsi masyarakat,”tandasnya.

Lewat kesempatan ini, Wagub juga mengapresiasi para wisudawan dan segenap jajaran civitas akademika, yang terus membentuk generasi muda Maluku untuk Indonesia Maju. Apalagi ini menjadi bagian dari persiapan jelang tahun 2045. Sebab di tahun itu, Maluku dan Indonesia akan genap berusia 100 tahun dan diharapkan masyarakat bisa menikmati kemajuan yang signifikan dari sektor ekonomi, politik, sosial dan kebudayaan

Ditempat yang sama, Rektor IAKN, Dr. Yance Z. Rumahuru MA, menyampaikan harapannya agar para wisudawan menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Wisudawan juga harus siap menjadi pemimpin yang adil dan mensejahterakan.

BACA JUGA :  Terpidana Ong Andreas Dieksekusi ke Lapas Ambon

Rektor pun meminta mereka untuk tidak mudah putus asa saat ditempa berbagai masalah. Sebab, salah satu syarat agar bisa menjadi manfaat bagi masyarakat adalah menjadi pribadi yang kuat dan terus mengasah serta memperbaiki diri.

“Harapannya, mereka tidak menjadi pribadi yang pasif, namun bisa menciptakan pekerjaan melalui bidang keilmuan mereka masing-masing. Dan kurikulum kami sudah dirancang sehingga selain memiliki skil IT, tapi juga diimbangi dengan karakter dan etika yang baik,” tandas Rektor.

Penulis : Ruzady Adjis

BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

No More Posts Available.

No more pages to load.