Kemudi Alami Gangguan Saat Berlayar Menuju Moa, KM. Pangrango Ditarik Tugboat, Penumpang Dievakuasi

by
KM. Pangrango. Foto : Dok. Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-KM. Pangrango yang tengah mengangkut 166 penumpang tujuan Pelabuhan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Senin (1/8/2022) alami gangguan kemudi di lautan lepas saat kapal tengah berlayar usai bertolak dari Pelabuhan Tepa. Penumpang dievakuasi.

BACA JUGA : Kemudi KM. Pangrango Rusak, Penumpang Lanjutan Tujuan Kisar Dialihkan ke KM. Sanus 41

Kapal milik PT. Pelni (Persero) berbobot 2.620 Gross Tonnage (GT) ini terpaksa ditarik Tugboat ke Moa dari jarak 1,6 Mil di tengah laut.

BACA JUGA : KM. Pangrango Akan Ditarik ke Saumlaki Untuk Perbaikan

Manager Operasional PT. Pelni Cabang Ambon, Muhammad Assagaff menjelaskan, kemudi kapal yang alami gangguan adalah kemudi sebelah kiri. Kemudi sebelah kiri ini bergeser dari dudukannya.

Manager Operasional PT. Pelni Cabang Ambon, Muhammad Assagaff. Foto : terasmaluku.com

“Bukan patah kemudi, tapi dia slek, bergeser dari dudukannya, sebelah kiri, jadi kemudi nggak main,”kata Assagaff menjawab terasmaluku.com Senin malam via seluler sekaligus membantah kabar yang sebutkan jika kemudi kapal patah.

Penyebab kemudi bergeser dari dudukannya akibat ombak. “Karena getaran ombak, jadi dia bergeser dari As (poros) begitu,”ungkapnya.

Alhasil, kemudi sebelah kiri yang bermasalah itu diikat dengan tali agar tidak terjatuh. Untuk mengikat kemudi sebelah kiri, penyelam diterjunkan.

Hanya saja, setelah diikat, malah berdampak terhadap kemudi sebelah kanan, sehingga saat kemudi kanan digerakkan, kemudi kiri pun ikut bergerak sehingga kapal berputar-putar.

“Lalu diikat, biar jangan jatuh, jangan hilang. Cuma waktu dimainkan kemudia kanan, dia (kemudi kiri) ikut main juga, makanya kapal jadi muter,”sambungnya.

Alhasil Tugboat dari Moa didatangkan untuk menarik KM. Pangrango ke Moa. “Tadi ditarik sama Tugboat, karena muter dia kapal, karena kemudinya tidak bisa digerakin, nyangkut dia sebelah kiri,”bebernya.

Gangguan pada kemudi sebelah kiri ini rupanya sudah terjadi sejak KM. Pangrango berlayar dari Pelabuhan Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar sehari sebelumnya. Namun setelah diikat, kapal masih bisa berlayar lanjutkan perjalanan ke Tepa dan nahas dalam perjalanan lanjut ke Moa kembali bermasalah sehingga ditarik Tugboat. “Belum sampai di Moa, dia sudah masalah lagi, akhirnya ditarik Tugboat ke Moa,”ujarnya.

BACA JUGA :  Wawancara Khusus Gubernur Soal Penghargaan IDI, Terus Buka Ruang Aspirasi Masyarakat

Penumpang KM. Pangrango yang akan turun di Pelabuhan Moa, lanjut dia dievakuasi dengan Tugboat juga. Begitu juga 296 koli muatan. “Penumpang yang turun di Moa itu sebagian sudah diturunkan lewat Tugboat,”tandasnya.

Penulis : Ruzady Adjis

BACA BERITA TERKINI LAINNYA DIĀ GOOGLE NEWS

No More Posts Available.

No more pages to load.