Selain Dipecat, Pendemo Juga Tuntut Oknum Brimob Penembak Warga di Gunung Botak Dihukum Berat

oleh
oleh
Puluhan warga adat dan keluarga korban penembakan oknum anggota Brimob berunjukrasa di PN Namlea, Kabupaten Buru, Senin (1/8/2022). FOTO : Tangkapan Layar

TERASMALUKU.COM,-NAMLEA-Kasus penembakan terhadap seorang penambang emas di Gunung Botak Kabupaten Buru yang dilakukan oleh oknum anggota Brimob, kini disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Namlea.

Bersamaan dengan kasusnya disidangkan, keluarga korban dan warga adat terus menggelar demo menuntut keadilan hukum di Kejari Namlea dan PN Namlea.

Senin (2/8/2022), puluhan warga adat dan pihak keluarga korban penembakan kembali berdemo di PN Namlea, Kabupaten Buru.

Unjukrasa di depan PN Namlea itu mendesak majelis hakim agar menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada Bripka Andre Batawael, oknum anggota Brimob Polda Maluku.

Andre kini menjadi terdakwa kasus penembakan Made Nurlatu hingga tewas dengan menggunakan senjata api organik di Gunung Botak pada 29 Januari 2022.

BACA JUGA: Anak Usia 6 Tahun di Leihitu Barat Dicabuli Pria 68 Tahun

“Kami minta dengan hormat atas nama hukum dan keadilan, kami meminta bapak hakim, si Andri (terdakwa) ini harus dihukum seberat-beratnya sesuai aturan yang berlaku,” pinta Haris Latbual, Kepala Soa Waelua Soar Pito Soar Pa saat berorasi di depan PN Namlea.

Haris yang menjadi koordinator aksi ini juga meminta Kapolres Buru agar oknum Brimob tersebut dipecat dari kesatuannya karena tindakannya menyebabkan hilangnya nyawa Made.

“Kami juga meminta agar si Andri bukan hanya dihukum, tapi juga dipecat secara tidak terhormat,” kata Haris Latbual yang mengaku mewakili lembaga adat dalam aksi ini.

Dalam orasinya di depan anggota Polres Buru yang mengawal aksi demo, Haris bahkan mengancam akan menjaga Andre saat bebas jika dia tidak dihukum berat atas tindakannya itu.

“Kalau tidak ada keadilan bagi kami keluarga korban, maka kami masyarakat adatĀ Soar Pito Soar Pa akan tunggu dia selama 74 tahun,” kata Haris.

BACA JUGA :  BPJS Kesehatan Cabang Ambon Gelar Optimalisasi Program Obat Kronis

Sebelumnya, Senin (25/7/2022), belasan warga adat dan keluarga almarhum korban penembakan oknum anggota Brimob Polda Maluku, juga berunjukrasa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Namlea dan PN Namlea.

Pendemo menamakan diri Aliansi Kemanusian berasal dari warga adat, LSM dan mahasiswa. Aksi demo juga diikuti istri dan tiga anak almarhum, Made Nurlatu, korban penembakan Bripka Andreas Batuwael, oknum anggota Brimob Kompi III Pelopor Yon A Namlea, Polda Maluku.

Pendemo meminta aparat penegak hukum menghukum berat terdakwa Andreas yang menembak Made, seorang warga adat Pulau Buru hingga tewas di lokasi tambang emas ilegal Gunung Botak Kabupaten Buru, 29 Januari 2022.

Istri almarhum Made Nurlatu dan keluarga besar Nurlatu juga menagih janji ke Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif untuk memecat Andreas.

Editor : Hamdi

BACA BERITA TERKINI LAINNYA DIĀ GOOGLE NEWS

No More Posts Available.

No more pages to load.