Pengurus IKA PMII Maluku Dilantik, Muhaimin Iskandar : Target Kita Maluku Segera Kaya Raya

oleh
oleh
Wakil Ketua DPR RI H. Abdul Muhaimin Iskandar atau lebih dikenal sebagai Cak Imin menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Alumni (IKA) PMII Provinsi Maluku di Santika Hotel Ambon, Rabu (3/8/2022) malam.

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Wakil Ketua DPR RI H. Abdul Muhaimin Iskandar atau lebih dikenal sebagai Cak Imin menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Maluku di Santika Hotel Ambon, Rabu (3/8/2022) malam.

Muhaimin yang lebih dekenal sebagai Cak Imin ini dalam sambutannya mengaku bangga menyaksikan pelantikan pengurus IKA PMII Maluku yang penuh semangat, masih sehat dan segar bugar.

BACA JUGA : Kunjungi Ambon, Sejumlah Relawan Deklarasi Dukung Muhaimin Iskandar Capres 2024

“Memang spirit perjuangan, pengabdian, menggali ilmu pengetahuan dan mengamalkan tidak pernah redup, menyala-nyala, dan tentu kita berterima kasih kepada para pendiri dan para penggerak awal yang mampu menyusun gelora semangat pengabdian yang tiada tara,” katanya.

Semangat PMII, kata dia, adalah pembaharuan dan perubahan. Semangat menyala-nyala untuk pengabdian dengan ilmu dan ketakwaan, “itulah yang Alhamdulillah mewarnai semangat kita dan salah satu yang akan terus menyala-nyala dan kita jadikan pegangan,” katanya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengajak agar tetap semangat dalam merubah nasib bangsa.

“Yang paling utama merubah dari kegelapan menjadi masa terang benderang, “merubah dari keterbelakangan dan keterkungkungan menjadi yang maju dan merdeka. Merubah dari keterbatasan menjadi kesempurnaan, merubah dari Maluku yang sebenarnya kaya raya tetapi sampai hari ini belum kaya raya juga, itulah target kita ke depan agar Maluku segera kaya raya di masa yang akan datang,” katanya.

Perubahan nasib Maluku harus dilakukan dengan berbagai cara. Ikhtiar terus-menerus dari tahun ke tahun telah dilakukan tapi belum juga sampai pada titik yang lebih clear, atau harapan.

Menurut Cak Imin, yang lebih pasti yakni semua undang-undang, ikhtiar, cara pengelolaan dan manajemen pemerintahan, sumber daya alam harus terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan.

BACA JUGA :  Lagi, Korban Jatuh Trotoar Licin Harus Terima 46 Jahitan di Kaki

“Tetapi ada yang lebih mendasar sebetulnya untuk merubah Maluku menjadi lebih baik hanya satu, yang sebetulnya mudah, konsisten kepada amanat undang-undang Dasar 1945 pasal 33, yang jelas bumi air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya digunakan sebaik-baiknya dan sepenuhnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.”

Jumlah penduduk Maluku, lanjut dia, tidak sampai 2 juta jiwa. Kalau dilihat dari sumber daya alam seperti nikel, besi, emas lautan. “Saya kira kalau bener manajemen pengelolaan dari pusat dan daerah dalam waktu singkat kita bisa wujudkan 2 juta masyarakat kaya mendadak di Maluku,” ujarnya.

Ia mengaku, seperti tema pelantikan hari ini yaitu “meneguhkan bangsa dan memperkokoh kebinekaan sinergi membangun Maluku” maka tidak ada cara lain yang cepat kecuali kepemimpinan yang serius dan tegas di semua level.

“Bupati, Gubernur, Presiden semua kepemimpinan harus seirama dalam satu langkah merubah Maluku yang kaya benar-benar menjadi kaya di masa yang akan datang. Insya Allah kita bisa Insya Allah kita sanggup,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Pengurus Wilayah IKA PMII Maluku, Mu’min Refra, dalam sambutannya meminta pemerintah pusat agar dapat memperhatikan nasib provinsi Maluku.

Maluku, kata dia, merupakan provinsi termiskin ke empat di Indonesia. Padahal, bumi Raja-raja ini merupakan satu dari 8 provinsi pendiri bangsa Indonesia.

“Kami meminta pemerintah pusat agar dapat memberikan kesempatan kepada Maluku untuk mengelola 60% hasil kelautan. Ini agar kami bisa menjawab kemiskinan. Kami minta agar kepada bapak wakil kita DPR dan MPR agar dapat memperjuangkan rancangan undang-undang daerah kepulauan yang saat ini sudah ada di prolegnas menjadi undang-undang,” pintanya.

Editor : Hamdi

No More Posts Available.

No more pages to load.