Pendemo Kepung Perusahaan Migas asal Australia di SBT Minta Angkat Kaki Dari Bati

by
Ratusan pendemo yang menamakan diri gerakan Save Bati, kepung Kantor Cabang PT Balam Energy Limited dan PT BGP Indonesia di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Maluku, Rabu (10/8/2022).

TERASMALUKU.COM,-BULA-Ratusan pendemo yang menamakan diri gerakan Save Bati, kepung Kantor Cabang PT Balam Energy Limited dan PT BGP Indonesia di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Maluku, Rabu (10/8/2022).

Kehadiran pendemo, menuntut dua perusahaan yang saat ini beroperasi mencari Minyak dan Gas (Migas) di wilayah gunung Bati, untuk dihentikan. Bahkan mereka meminta, perusahaan asal Australia tersebut angkat kaki dari gunung Bati.

“Kami meminta dalam waktu 1 X 24 jam, pihak PT Balam Energy Limited dan PT BGP Indonesia harus angkat kaki dari gunung Bati,” ucap koordinasi Save Bati, Samsul Bahri Kelibai dalam orasinya dihadapan pihak perusahaan.

Jika perusahaan keras kepala dan masih nekat melakukan ekploitasi Migas di Gunung Bati, kata Samsul, jiwa dan raganya siap dijadikan tumbal dalam perjuangan melindungi tanah leluhur yang menjadi identitas orang SBT bahkan Maluku itu.

Atas tuntutan pendemo, pihak perusahaan merasa keberatan jika harus angkat kaki dari gunung Bati. Alasannya, kehadiran perusahaan sudah melalui beberapa proses. Mulai dari bertemu Raja Kiandarat, melakukan sosialisasi hingga bertemu masyarakat Bati.

“Kita tidak pernah masuk ke wilayah Bati, khususnya tanpa permisi. Kalau masalah angkat kaki, tetap kita dikoordinasikan,” ujar Salomon, manajer PT BGP Indonesia, saat dikonfirmasi wartawan di depan kantor Cabang PT Balam Energy Limited usai didemo.

Namun menurut Salomon, jika masyarakat adat Bati terus meminta untuk perusahaan angkat kaki dari gunung Bati, baginya tidak masalah.

Tinggal pihaknya memindahkan lobang pencarian Migas ke wilayah lain, seperti di Desa Waras-waras.

“Jadi mereka (pendemo) bilang angkat kaki dari gunung Bati, seng (tidak) masalah pak. Kita pindahkan lobang ke arah waras-waras,” ucap Salomon yang didampingi salah satu staf Humas PT BGP Indonesia.

BACA JUGA :  Bantuan Kesehatan Bagi Penderita Jantung di Maluku

Pihak perusahaan mengakui, selama ini sudah melakukan proses bor di Gunung Bati Kelusy dan Tabalean, yang kedalamnya mencapai 27 meter. Namun menurut mereka, kegiatan itu sama sekali tidak merusak lingkungan.

“Memang kita bor 27 meter, kita masukin detonator, sangat kecil. Sama sekali tidak merusak lingkungan. Kita perlu yang bikin bergetar, getarannya mengarah ke bawah, itupun sangat kecil,” kata pria asal Batak itu.

Liputan : Sofyan

No More Posts Available.

No more pages to load.