Proyek Rehab SD Alhilal Uwe dan Perpustakaan SMPN 3 Lisabata Mandek

by
Proyek pekerjaan rehabilitasi ruangan SD Alhilal di Dusun Uwe, Desa Masawoi, Kecamatan Kepulauan Manipa Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) hingga September 2022 belum rampung. FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-PIRU-Proyek pekerjaan rehabilitasi ruangan SD Alhilal di Dusun Uwe, Desa Masawoi, Kecamatan Kepulauan Manipa dan Perpustakaan SMP Negeri 3 Taniwel di Lisabata, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mandek.

Sejak tahun 2021, hingga kini pekerjaan kedua proyek itu tak kunjung selesai. Bahkan, proyek tersebut diduga dikerjakan asal-asalan atau tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (Rab). Kedua proyek ini dikerjakan oleh dua kontraktor yakni YB dan AT.

Proyek rehabilitasi SD Alhilal dikerjakan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD tahun 2021. Anggarannya sebesar kurang lebih Rp160 juta. Meski telah dicairkan kurang lebih 70 persen, tapi sebagian besar pekerjaan ruangan belajar mengajar itu belum juga selesai.

Akibat dari pekerjaan yang dinilai amburadul tersebut, ruangan belajar siswa di SD Alhilal ini tak bisa digunakan.

Sebab, keramik lama pada ruangan belajar sudah dibongkar, namun belum diganti dengan yang baru. Selain keramik, hal serupa juga menimpa pintu ruangan, dan kayu penahan atap yang sudah rusak belum juga diganti.

Ikram, salah satu warga Dusun Uwe yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Kamis (29/9/2022), membenarkan hal itu. Ia mengaku, yang baru dikerjakan yaitu plafon dan atap ruangan sekolah.

“Proyek itu sampai sekarang belum bisa digunakan, pekerjaannya tidak selesai, tidak ada pemasangan tehel (Keramik), padahal dong (mereka) sudah hancurkan tehel (keramik lama), dan kusen jendela pun belum diganti,” kata Ikram.

Tak hanya itu, proyek rehabilitasi Perpustakaan SMP Negeri 3 Taniwel di Desa Lisabata, juga mengalami hal yang serupa dengan SD Alhilal.

Di proyek ini, berbagai item yang harus dikerjakan karena mengalami kerusakan, juga belum diganti. Seperti pintu, jendela, dan beberapa item lainnya. “Pemasangan atap (senk) tidak sesuai dengan Rab, karena rangka atap (kap) tidak diganti,” kata Ikram.

BACA JUGA :  Pemkot Ambon Ingatkan Kepala Desa Soal Dana Desa

Proyek sekolah tahun 2021 yang dikerjakan YB dan AT bermasalah dan juga terdapat temuan ratusan juta rupiah oleh BPK. Karena itu, Ikram meminta blacklist terhadap kontraktor tersebut. “Jadi perusahan-perusahaan ini harus diblacklist,” pinta Ikram.

Sementara itu, Boy, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek bermasalah tersebut membenarkannya.

“Iya benar, memang dong (mereka) belum cair 100 persen, karena belum siap jadi belum mau untuk cair 100 persen,” katanya.

Boy mengaku akan mendesak kontraktor untuk secepatnya menyelesaikan pekerjaannya hingga selesai dan dapat digunakan kembali.

“Nanti beta (saya) tekan dong (mereka ) untuk harus cepat selesaikan pekerjaan itu,” tambah Boy menjawab melalui pesan whatsapp.

Hingga berita ini diterbitkan, salah satu kontraktor berinisial YB yang mencoba dikonfirmasi belum bisa dikonfirmasi.

Liputan : Fadli

No More Posts Available.

No more pages to load.