Ekonomi Maluku Tumbuh Persisten Dalam Dua Kuartal Terakhir

by
Jefri Tipka,  Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Maluku. FOTO : DOK. PRIBADI

TREN pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan meningkat secara persisten selama empat kuartal berturut-turut, dimulai dari kuartal IV tahun 2021 dan pertumbuhannya diatas 5 persen. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik pada saat rilis pertumbuhan ekonomi Senin 7 November 2022. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada kuartal III tahun 2022 tercatat sebesar 5,72 persen (year on year), lebih tinggi dari capaian triwulan sebelumnya yaitu sebesar 5,45 persen dan lebih tinggi dari capaian triwulan yang sama pada tahun sebelumnya yaitu sebesar 3,51 persen.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat tersebut ditopang dari terus berlanjutnya permintaan domestik dan kinerja ekspor yang cukup tinggi pada level nasional. Selain itu, perbaikan pada seluruh lapangan usaha terlihat pada triwulan III tahun 2022. Leading sector perekonomian nasional seperti industri pengolahan, pertambangan, pertanian, perdagangan dan konstruksi menunjukkan terus berlanjutnya tren pemulihan selama triwulan III tahun 2022.

Pada level Nasional, Industri Pengolahan tumbuh lebih tinggi dari triwulan sebelumnya dan mencapai 4,88 persen (year on year). Hal ini lebih didorong oleh meningkatnya industri logam dasar yang mencapai 20,16 persen dan industri alat angkutan yang tumbuh mencapai 10,26 persen. Selanjutnya lapangan usaha pertambangan turut mempengaruhi perekonomian Indonesia selama triwulan III 2022, yang lebih disebabkan dari meningkatnya pertambangan batu bara dan lignit; dan meningkatnya pertambangan bijih logam.

Dari catatan rilis BPS pada tanggal 7 November 2022, tercatat sepanjang triwulan III tahun 2022, kinerja perekonomian Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor global dan domestik. Secara global, faktor windfall dari tingginya harga komoditas unggulan di pasar internasional yang terus berlanjut menyebabkan kinerja ekspor Indonesia tetap mengesankan. Secara Domestik, faktor mobilitas masyarakat yang semakin pulih dan berbagai kebijakan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat mendorong penguatan aktivitas produksi dan konsumsi masyarakat.

Kondisi pemulihan ekonomi juga terjadi di Provinsi Maluku selama triwulan III 2022. Dari hasil rilis Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku pada 7 November 2022, yang disampaikan oleh Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Maluku, Tercatat Maluku tumbuh sangat impresif pada triwulan III 2022 dan mencapai 6,01 persen (year on year). Angka ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya pada tahun 2022 sebesar 4,85 persen dan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya (triwulan III 2021) yaitu sebesar 4,12 persen.

BACA JUGA :  PPKM, Bulog Maluku Mulai Salurkan 1.200 Ton Bantuan Beras Untuk Warga

Eskalasi perekonomian Maluku pada kuartal III tahun 2022 terlihat pada sebagian besar lapangan usaha yang mengalami peningkatan pertumbuhan. Peningkatan mobilitas masyarakat dan pelonggaran kebijakan mobilitas merupakan salah satu faktor peningkatan perekonomian Maluku selama triwulan III 2022. Bukan hanya pada triwulan III tahun 2022 ekonomi Maluku tumbuh positif, jika dilihat kebelakang selama dua kuratal terkahir perekonomian Provinsi Maluku mengalami pertumbuhan yang presisten dan hal ini perlu diapresiasi.

Industri Pengolahan merupakan lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada kuartal III tahun 2022 yakni sebesar 10,70 persen (year on year). Pertumbuhan signifikan ini lebih didorong dari peningkatan produksi pada industri mikro kecil menengah (IMK) dan peningkatan produksi industri besar sedang (IBS). Tercatat pertumbuhan produksi industri mikro kecil menengah Provinsi Maluku pada kuartal III tahun 2022 sebesar 21,28 persen dan pertumbuhan produksi industri besar sedang adalah sebesar 4,82 persen, jika dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya.

Selanjutnya, lapangan usaha perdagangan menunjukan peningkatan pertumbuhan yang signifikan jika dibandingkan dengan triwulan III tahun 2021. Pertumbuhan lapangan usaha ini tercatat sebesar 8,66 persen pada kuartal III tahun 2022. Faktor peningkatan mobilitas masyarakat menjadi pendorong meningkatnya lapangan usaha ini. Disisi lain, adanya kenaikan harga BBM yang terjadi pada periode triwulan ini menjadi pemicu peningkatan harga barang/jasa yang berkaitan langsung dan harga komoditi khususnya sembako. Selain itu, program penyaluran bansos di Provinsi Maluku yang dilakukan selama triwulan III 2022 menjadi salah satu trigger dalam peningkatan pertumbuhan pada beberapa Lapangan Usaha yang berkaitan langsung dan peningkatan konsumsi masyarakat.

Lebih lanjut, yang menjadi penyebab ekonomi Maluku tumbuh presisten dalam dua kuartal terakhir adalah peningkatan ekonomi yang moderat dari seluruh laeding sector ekonomi di Maluku selama dua kuartal terakhir (triwulan II-III tahun 2022). Lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan tumbuh impresif selama dua triwulan terkhir, triwulan II tahun 2022 lapangan usaha ini tumbuh sebesar 5,52 persendan mengalami peningkatan menjadi 7,24 persen pada triwulan III tahun 2022 (year on year).

BACA JUGA :  Maluku Masih Alami Lonjakan Kasus Covid, SBT Langsung Lampaui Bursel, Pasien Meninggal Bertambah di Ambon

Lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib juga mengalami pertumbuhan impresif selama dua triwulan terakhir, pada triwulan II 2022 tercatat tumbuh sebesar 3,25 persen dan meningkat menjadi 6,52 persen pada triwulan III 2022. Selanjutnya lapangan usaha perdagangan besar-eceran, dan reparasi mobil-sepeda motor juga mengalami pertumbuhan yang impresif, dimana pada triwulan II 2022 tumbuh sebesar 5,12 persen dan mengalami peningkatan signifikan menjadi 8,66 persen di triwulan III tahun 2022 (year on year).

Pemulihan ekonomi Maluku akan terus berlanjut dan akan semakin menguat, sehingga perlu dikawal ketat oleh semua pihak. Salah satunya dengan meningkatkan efektivitas belanja pemerintah baik pada APBN dan APBD melalui Program Startegis Nasional (PSN), sehingga akan menjadi faktor determinan dalam proses mempercepat pemulihan ekonomi Maluku dan Nasional.

Kedepan pada triwulan IV tahun 2022, berbagai ekonom telah memprakirakan perbaikan ekonomi Maluku akan terus berlanjut dan semakin menguat. Hal ini didukung oleh peningkatan mobilias masyarakat, aktivitas dunia usaha yang semakin kondisif dan peningkatan konsumsi masyarakat. Peningkatan konsumsi masyarakat akan menjadi trigger selama triwulan IV. Dimana secara siklus ekonomi di Maluku, perayaan hari besar keagamaan seperti natal dan tahun baru akan menjadi pendorong utama.

Akan tetapi, perlu diwaspadai berabagai faktor eksternal dan internal yang berisiko menjadi perlambatan ekonomi Maluku. Salah satunya dampak perlambatan ekonomi global terhadap kinerja ekspor dan potensi tertahannya konsumsi rumah tangga akibat kenaikan inflasi, sehingga berdampak pada level nasional dan regional yang patut diwaspadai. Tercatat Inflasi Kota Ambon sudah mecapai 6,61 persen dan kota tual 4,14 persen pada oktober 2022 (year-on-year), hal ini dapat menjadi potensi tertahannya konsumsi rumah tangga dan berdampak pada perlambatan ekonomi Maluku.

Penulis : Jefri Tipka, S.Si, M.Si,  Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Maluku

No More Posts Available.

No more pages to load.