Menggiurnya Bisnis Narkotika Jadi Penyebab Residivis di Maluku Terlibat Kasus Serupa Lagi

by
Kepala BNNP Maluku, Brigjen Pol. Rohmad Nursahid (tengah) saat berikan keterangan pers di Ambon, Rabu (23/11/2022). Foto : terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepala BNNP Maluku, Brigjen Pol. Rohmad Nursahid menyebutkan penyebab residivis perkara narkotika kembali terjerat kasus serupa meski sudah pernah dihukum penjara disebabkan bisnis haram yang satu ini sangat menggiurkan.

Sekedar tahu, hingga Novemebr 2022 ini saja, BNNp Maluku melalui Bidang Penindakannya, sudah menangkap 20 tersangka kasus narkotika termasuk diantaranya residivis. 20 tersangka ini ditangkap dari pengungkapan 13 perkara terhitung sejak Januari 2022.

BACA JUGA : Tangkap 20 Tersangka Narkotika Termasuk Residivis, 13 Perkara Diungkap BNNP Maluku Hingga November 2022

“Hukumannya sudah tinggi, kemungkinan karena bisnis ini menggiurkan, bisnis narkoba ini,”beber Nursahid menjawab wartawan di Kantor BNNP Maluku, Ambon, Rabu (23/11/2022) saat ditanya penyebab residivis kembali tertangkap dan jadi tersangka.

Karena keuntungan yang diperoleh dari bisnis narkotika ini tak main-main, bisa mencapai jutaan per gramnya jika barang haram itu dijual di Maluku usai dipasok dari luar.

“Sebagai gambaran saja terang Nursahid, di Jakarta harganya satu sampai satu setengah juta, disini (Maluku) harganya dua juta sampai dua juta setengah, spacenya (perbedaan harga), itu satu gram saja, 10 gram udah berapa? dua puluh lima juta, hal yang menggiurkan,”sambungnya.

Di lain sisi tidak ditampiknya peminat narkotika di Maluku juga masih terbilang banyak.

Itulah peluang yang kerap jadi dilihat para pengedar termasuk residivis berani jerumuskan diri kembali ke bisnis haram yang satu ini. “Masih, masihlah,”tandasnya.

Penulis : Ruzady Adjіѕ

BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

BACA JUGA :  Dewan Pers – Mabes Polri  MOU Perlindungan Jurnalis Saat HPN di Maluku

No More Posts Available.

No more pages to load.