Resensi Buku : Kisah Tidak Menyengkan dalam Hidup

by
FOTO : ISTIMEWA

ADA orang-orang yang tidak peduli bahwa mencampur urusan orang lain dapat menciptakan ketidak nyamanan bukan seseorang tidak tahu tetapi ada kalanya mencampuri urusan orang lain memang candu yang terus diburu bila seseorang mengutarakan rasa keberatan dengan sikap mereka alih-alih merasa bersalah mereka menganggap seseorang terlalu sensitif dan berlebihan.

Buku Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang ini berisi tentang cerita-cerita sederhana yang sering orang alami dalam keseharian. kisah-kisah tidak menyenangkan dalam hidup bagaimana seseorang memandang masalah tentang dunia yang tidak ramah sampai dengan cara menghadapinya supaya hidup semua orang tetap bahagia tidak bermaksud mengurui, tetapi penulis berharap dengan buku ini ada banyak orang-orang yang dapat menghadapi masalahnya dengan bijak bisa menerima dunia sendiri tanpa harus menjadi orang lain bisa memperjuangkan hidup yang bahagia dari orang-orang yang berusaha mengusiknya.

Orang-orang yang terdekat bisa jadi sebenarnya dibatasi sekat yang memposisikan dirinya sebagai penonton dan kami pemainnya.Begitulah gambaran kehidupan yang mudah sekali mengubah Peran seseorang sekarang menjadi sahabat, dilain hari menjadi Rival. Dunia ini memang misteri. seperti cara kerja hati yang tiba-tiba membenci meskipun kita tidak berinteraksi.

Terkadang terlalu banyak tidur, merampas hak orang lain, seseorang berpikir tentang kemungkinan adanya sosok peri yang mengunjungi rumah di pagi hari. Sosok itu terbang di bawah langit- langit rumah, seorang peri menguncurkan sihir-sihir dari seteko kantuk yang di bawa dari negeri perinya. Seperti juga manusia, mereka pun mengemban tugas mulai untuk membagikan jatah kantuk pada manusia lainnya. Mungkin besarnya seukuran teko teh kecil yang terbuat dari keramik, sebanyak itulah keluarga ia terima. Dari seteko sihir, mustinya ia bagi adil kepada setiap anggota keluarga.

Posisi seseorang rentang tergantikan, terkadang Menjadi bagian dari kelompok pertemanan tertentu di sekolah, pernah menjadi gagasan yang cukup menggelikan jika ia mengingat kembali sekarang. Seakan–akan, jika mempunyai geng di sekolah,artinya ia layak di akui kredibilitas pertemanannya. Tidak peduli,apakah dalam kelompok tersebut ia dihargai, atau hanya sekedar dijadikan pelengkap. Dalam hidup sang penulis, tidak sedikit dari teman–teman yang dulu di sebut sangat dekat, berubah menjadi orang asing, yang berubah menjadi orang asing, yang bahkan nomor teleponnya pun tidak ia miliki.

BACA JUGA :  Renovasi Bandara Pattimura Capai 70% Diharapakan Rampung Akhir 2019

Keluarga negatif. Takdir ialah hasil akhir dari semua pilihan. namun, tentang kelahiran kita tidak dapat memiliki dan harus bisa menerima takdir-nya.Seorang anak perempuan berlari masuk ke dalam rumah sambil menangis. ia mengadukan sebab tangisan kepada sang ibu.

Rasanya memang sama sekali tidak adil bila kesalahan salah satu anggota keluarga, harus dilabelkan pada semua anggota lainnya. Mengapa kita harus menanggung kesalahan yang diperbuat orang terdekat, padahal setiap orang punya kepribadian sendiri–sendiri. Seperti kalimat yang terdapat dalam buku ini.“seharusnya semua orang punya kesabaran bahwa kita hanyalah manusia yang tidak punya kuasa untuk memilih dilahirkan kapan, dimana,dan siapa orang tuanya”.

Saat seseorang lahir ke dunia ini,seburuk apa pun keluarganya tidak mungkin dapat ditukar dengan takdir yang lain.termasuk bila takdir yang dituliskan mengharuskan seseorang berada di dalam sebuah keluarga yang dianggap negative oleh lingkungan.

Hidup bahagia dan jauh dari lingkungan orang yang suka mengganggu adalah impian bagi setiap orang yang ingin hidup tenang. Berhenti Menyenangkan Semua setiap babnya terdapat kutipan bercermin sebagai evaluasi untuk kita. Salah satu kutipan yang ada didalam buku ini adalah ‘‘Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan’’ Tan Malaka. Sering seseorang dengar stigma masyarakat tentang perempuan yang berpendidikan tinggi dianggap akan sia-sia saja jika hanya menjadi ibu rumah tangga dan meninggalkan pekerjaan di kantor dengan ruangan yang bersih dan rapi. Padahal kenyataan pendidikan lebih luas dari sekedar satu profesi atau pekerjaan. Dimana sebagai wanita yang terdidik akan mampu menjadi istri sekaligus ibu yang berkualitas dalam membangun keluarga kecilnya.

Dari buku ini bisa mengajar untuk bisa lebih peka dan segera ambil sikap jika berada dalam lingkungan yang tidak memberi dampak baik. Dalam arti lain adalah kita diajarkan untuk berani menjadi diri sendiri dan hidup berprinsip tanpa takut dihina. Tidak sedikit juga orang–orang yang temui di kehidupan sehari-hari bagaimana teman yang datang hanya saat ada perlu. Dari sini orang –orang tidak perlu berprasangka buruk akan hal-hal tersebut karena setiap orang akan selalu melewati fase-fase tertentu dalam hidup sehingga banyak teman-teman yang akan selalu dating dan pergi.

BACA JUGA :  Kapal Ikan Berawak 4 Orang Dilaporkan Hilang Kontak di Perairan Seram Timur

Selain itu dibahas juga bagaimana ciri-ciri toxic people yang wajib kita hindari agar tidak menjadi pencuri kebahagiaan dari hidup seseorang. Mereka adalah orang yang senang memanipulatif, mudah menyakiti hati, egois, sulit mengakui kesalahan dan tidak bisa bersimpati atau berempati. Berani berkata tidak dari banyak hal yang membuat kita tidak nyaman. Sehingga orang tidak terbebani oleh beban yang seharusnya tidak hadir dalam hidup seseorang.

Namum terkadang orang bukan meminta tolong tetapi memanfaatkan. Mencintai diri sendiri menjadi pembahasan akhir dari buku ini .Berhenti Menyenangkan Semua Orang ini. Dari banyaknya usaha yang telah dilakukan untuk hidup bahagia dan jauh dari omongan orang-orang yang mengusik. Mencintai diri sendiri sebagai bukti bahwa kehadiran diri sendiri memang berharga dan berhak untuk bahagia.

Buku Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang memiliki kelebihan yaitu mengajarkan kita bagaimana untuk berani bersuara dan tidak terus terjebak dalam rasa yang tidak enakkan kepada seseorang, dan berani mengutarakan apa pendapat kita sendiri. Buku ini juga memberikan cara mengelola emosi yang berlebihan. Kekurangan buku ini yaitu bagian kalimat penjelasan terlalu mengandai- andai sehingga membuat pembaca cepat jenuk dan bosan.

Judul  Buku              : Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang

Penulis                        : Sarina Ara

Tahun terbit              : 2021

Nama penerbit          : Syalmahat Publishing

Tebal buku                : 170  halaman

Kertas                        : Book Paper

Dimensi                      : 14 x 20 cm

Berat                          : 260 gram

Peresensi                    : Nur Hasnawati Fatsey

NIM                            : 202210140311076

Mahasiswa Jurusan  : Teknik industri, Universitas Muhammadiyah Malang

No More Posts Available.

No more pages to load.