Anggota DPRD Malteng Syafi Boeng dan 4 Rekan Tersangka Kasus Narkoba Terancam Dipenjara Lebih dari 5 Tahun

by
Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Syafi Boeng. FOTO : NAIR FUAD

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah kader Partai Demokrat, Syafi Boeng (34) alias SB terancam dihukum penjara lebih dari 5 tahun akibat tersandung kasus narkoba.

Kapolres Maluku Tengah, Dax Emanulee Manuputty mengungkapkan, dalam kasus narkotika yang menyeret Syafi Boeng alias SB ini juga rupanya melibatkan empat tersangka lain.

Dijelaskannya, tersangka Syafi tak sendiri saat diciduk Satresnarkoba Polres Malteng lewat Operasi Antik Salawaku Tahun 2022 pada 25 November bulan lalu saat pesta narkoba.

Syafi Boeng Cs tersangka kasus narkoba

Syafi saat itu diciduk bersama Ali Taher Patty alias ATP (48), Rahmat Latarissa alias RL (50), Deden Saputar (24) alias DS.

Syafi Cs ini ungkap Kapolres diciduk di rumah kontrakan tersangka RL yang terletak di Jln.Talang kelurahan Namaelo Kecamatan, Kota Masohi.

Kapolres Maluku Tengah, AKBP Dax emanuelle Manuputty didampingi Wakapolres Malteng, Kompol. M. Bambang serta Kasat Narkoba Polres Malteng, Iptu Andi Erwin Poleondro saat berikan keterangan di Mapolres Malteng, Selasa (6/12/2022) seputar pengungkapan kasus narkotika yang meyeret Syafi Boeng Cs. Foto : Humas Polres Malteng

“Penangkapan terhadap para tersangka dengan inisial SB, ATP, RL dan DS tersebut berawal karena adanya informasi dari masyarakat selanjutnya Anggota Satresnarkoba Polres Maluku Tengah melakukan penyelidikan dan selanjutnya melakukan penggerebekan terhadap para tersangka yang pada saat itu sedang mengkonsumsi narkotika jenis shabu shabu yang dilakukan didalam kamar tidur yang ditempati oleh tersangka RL pada rumah kontrakan tersebut,”beber Kapolres saat berikan keterangan pers di Mapolres Malteng seputar pengungkapan kasus narkotika ini.

Saat digrebek, Satresnarkoba Polres Malteng amankan barang bukti satu paket narkotika jenis shabu-shabu dan alat hisap sabu (bong).

Tersangka Syafi alias SB berperan sebagai pemesan paketan shabu-shabu sekaligus pengguna, sedangkan Ali alias ATP perantara dan pengguna, Rahmat alias RL dan Deden alias DS selaku pengguna.

Tersangka Syafi pesan paket sahbu-shabu melalui perantara tersangka Ali Taher Patty alias ATP untuk dikonsumsi bersama-sama tersangka Rahmat alias RL dan Deden alias DS.

BACA JUGA :  Survei SDI : SANTUN 47,50 %,  HEBAT 26,50 %  dan MAS BRO 10,33 %

“Tersangka SB berperan sebagai pemesan untuk melakukan pembelian 1 (satu) paket narkotika jenis shabu-shabu melalui perantara tersangka ATP dan tujuan pemesanan tersebut untuk memiliki narkotika jenis shabu-shabu agar dapat dikonsumsi secara bersama-sama,”terang Kapolres.

Belakangan terungkap, shabu-shabu yang diorder tersangka Syafi alias SB melalui tersangka Ali alias ATP ini dibeli dari  Taher Marassabessy (42) beberapa kemudian malam itu juga. Taher ini bandar narkoba.

“Penangkapan terhadap tersangka dengan inisial TM berdasarkan pengembangan dari kasus sebelumnya karena berdasarkan pengakuan dari tersangka ATP bahwa barang bukti narkotika jenis shabu-shabu yang didapatkan oleh Anggota Sat Resnarkoba Polres Maluku Tengah pada saat melakukan penangkapan terhadap para tersangka dengan inisial SB, ATP, RL dan DS adalah barang bukti yang berasal dari tersangka TM yang diserahkan kepada tersangka ATP dengan tujuan untuk dijual kepada tersangka SB,”sambungnya.

Tersangka Syafi alias SB selaku pemesan dan pengguna disangkakan melanggar Pasal primer 112 ayat (1) subsider 132 ayat (1) lebih subsider 127 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Tersangka Ali alias ATP selaku perantara dan pengguna disangkakan dengan Pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 ayat (1) KUHP Pidana.

Sedangkan tersangka Rahmat alias RL dan tersangka Deden alias DS disangkakan melanggar Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Dan tersangka Taher alias TM selaku bandar diancam dengan Pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

BACA JUGA :  Widya Apresiasi Ajang Putra-Putri The Natsepa 2019, Inilah Pemenangnya

“Ancaman hukumannya diatas 5 tahun penjara sesuai pasal yang disangkakan terhadap para tersangka,”kata Kasat Narkoba Polres Malteng, Iptu Andi Erwin Poleondro menambahkan.

Menyinggung sudah berapa lama tersangka Syafi Boeng jadi pengguna narkotika, kata Iptu Andi, tersangka Syafi kepada polisi mengaku baru pertama kali. “Pengakuannya baru pertama kali,”sambung Iptu Andi menjawab.

Saat ini kelima tersangka di tahan di Rutan Polres Malteng.

Penulis : Ruzady Adjis

BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

No More Posts Available.

No more pages to load.