Penanganan Pasca Bencana Gempabumi 7,5 M di Maluku, BNPB Serahkan Bantuan Dana Siap Pakai

oleh

TERASMALUKU.COM,-AMBON-BNPB serahkan Dana Siap Pakai (DSP) dan bantuan kebutuhan dasar untuk Pemerintah Provinsi Maluku, Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya (MBD), Kamis (12/1/2023).

Apalagi status tanggap darurat sudah resmi ditetapkan untuk dua wilayah paling terdampak itu.

Bantuan yang diserahkan ini rinciannya, DSP untuk Pemprov Maluku sebesar Rp. 500 juta, dan Rp. 250 untuk KKT dan MBD, bantuan kebutuhan dasar untuk pemerintah provinsi Maluku senilai Rp. 150 juta, dan Rp. 250 juta bantuan kebutuhan dasar kepada KKT dan MBD.

Sedangkan bantuan logistik untuk pemerintah provinsi Maluku, KKT dan MBD berupa selimut, matras dan tenda keluarga.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung Kepala BNPB Letjen TNI. Suharyanto saat BNPB bersama Forkopimda Maluku rapat koordinasi di penanganan pasca bencana alam gempabumi 7,5 Magnitudo yang melanda wilayah Maluku dengan wilayah paling terdampak adalah Kepulauan Tanimbar dan MBD.

Rapat koordinasi dilangsungkan di Gedung VIP Room Bandara Pattimura Ambon, Kamis, sebelum Kepala BNPB dan rombongan terbang menuju Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk meninjau langsung kondisi wilayah terdampak bencana gempabumi.

Rapat yang dipandu Kepala BNPB Letjen TNI. Suharyanto itu, dihadiri Deputi Geofisika BMKG Dr. Suko Prayitno Adi, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Ruruh Aris Setyawibawa, Kapolda Maluku Irjen Pol. Lotharia Latif, Danlantamal IX Ambon Brigjen TNI. Said Latuconsina, Kabinda Maluku Brigjen. TNI. Anton Irianto Popang, Kabakamla Haris Joko Nugroho, Wakil Gubernur Maluku Barnabas Natanhiel Orno, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku Meikyal Pontoh, sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku, Pj. Bupati KKT Danny Indey, Inspektur Kabupaten MBD dan lainnya.

Kepala BNPB Letjen TNI. Suharyanto menerangkan, kedatangannya bersama jajaran ke Maluku adalah perintah Presiden Joko Widodo. Kehadiran pemerintah pusat untuk memberikan bantuan logistik karena KKT dan MBD telah menetapkan status tanggap darurat.

BACA JUGA :  Tiba Ambon, Ini Dia Beras Saset Untuk Bujangan

“Sehingga kami datang memberikan bantuan tanggap darurat berupa logistik yang harus bisa bermanfaat kepada masyarakat terdampak, dengan pendekatan seluruh masyarakat terdampak gempa bisa terjamin logistik dasarnya,” terang Suharyanto.

Ia yakinkan, rumah warga dan infrastruktur yang rusak di KKT dan MBD akan diperbaiki oleh pemerintah.

“Kami menuju Saumlaki. Disana ada 33 rumah rusak berat. Kemudian yang rusak, ringan dan sedang ratusan rumah. Infrastruktur seperti kantor Bupati, sekolah, ada juga Gereja, semua akan diperbaiki,”tandasnya.

Sementara Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno dalam kesempatan melaporkan, Pemprov Maluku pada tanggal 10 januari 2023 telah melakukan pengerahan bantuan logistik ke KKT dan MBD berupa beras, peralatan evakuasi, perlengkapan keluarga, peralatan sandang dan obat-obatan.

Bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di KKT telah diberangkatkan menggunakan Kapal Sabuk Nusantara 72 dan tiba hari ini. Sedangkan bantuan untuk masyarakat terdampak di MBD akan tiba pada tanggal 15 Januari 2023.

Wagub juga lewat kesempatan tersebut meminta agar ada penambahan sensor seismograf di Maluku untuk menghadapi ancaman gempabumi dan tsunami.

“Kami juga menyampaikan terima kasih BMKG beserta jajaran. Saat ini kami mengharapkan bantuan dari BMKG untuk kolaborasi ke depan dalam penambahan sensor seismograf maupun sinergitas dalam upaya peningkatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami,” tutup Wagub.

Sekedar tahu, berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Rabu (11/1/2023) pukul 19.00 WIB, tercatat kerusakan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dengan rincian 203 unit rumah rusak ringan, 5 unit rumah rusak sedang, 15 unit rumah rusak berat, kerusaka di lantai 3 Kantor Bupati dan Tribun Lapangan Mandriak serta 7 gereja rusak berat.

BACA JUGA :  Ulama Maluku : Buruh Kasar Boleh Membatalkan Puasa Ramadhan

Data kerusakan rumah warga di Kabupaten Maluku Barat Daya meliputi 87 unit rusak ringan, 32 unit rusak sedang, 22 unit rusak berat serta 7 gereja rusak berat.

Selain itu, kerusakan fasilitas pendidikan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar masing-masing 1 unit sekolah menengah atas negeri dan sekolah menengah pertama Kristen.

Guncangan gempa turut merusak fasilitas kesehatan meliputi 1 unit Rumah Sakit Umum Daerah dan 5 unit puskesmas dalam kondisi rusak berat serta 3 unit fasilitas kesehatan militer. (Biro Adpim Setda Provinsi Maluku)

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow.

No More Posts Available.

No more pages to load.