Pencopet Kalung Emas di Lorong Tahu Ambon Diciduk Polisi, Penadah Hasil Curian Juga

oleh
ST (32), tersangka kasus pencurian kalung emas di Lorong Tahu, Kota Ambon. Foto : Humas Polresta Ambon

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Aparat kepolisian menciduk ST, lelaki berusia 32 tahun pencopet kalung emas di kawasan Lorong Tahu, Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

PS Kasi Humas Polresta Ambon, Iptu Moyo Utomo kepada wartawan Senin (13/2/2023) mengungkapkan, ST kini sudah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencurian berdasarkan LP No : LP-B/139 /VIII/2022/SPKT/Sek Sirimau /Resta Ambon/Polda Maluku. ST ditangkap pada Sabtu (11/2/2023).

Tak hanya ST, polisi juga meringkus dua orang penadah barang hasil curian tersangka ST. Dua penadah ini masing-masing AM (42) dan KH (39).

AM dan KH, dua penadah barang hasil curian tersangka ST. Foto : Humas Polresta Ambon

Mantan Wakapolsek Leihitu ini menjelaskan, pencurian yang dilakukan tersangka ST ini terjadi pada medio November 2022 lalu.

Saat itu, tersangka ST menggondol kalung emas milik F, korban pelapor di kawasan Lorong Tahu RT 004/002 Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Tersangka mencuri satu buah kalung emas dengan berat lima gram serta mainan kalung bermotif bamboo seberat 1/2 gram yang sementara di pakai pelapor.

Korban pelapor sampai menderita kerugian sebesar Rp 4.015.000. Korban melaporkan kasus ini ke Polsek Sirimau.

Tersangka ST kemudian berhasil ditangkap Tim Buser Sabtu pekan kemarin usai menerima informasi diduga pencurian (COPET) yang terjadi di daerah Mardika, Kecamatan Sirimau dilakukan oleh tersangka.

“Pelaku mengakui perbuatannya namun Barang Bukti berupa kalung emas dan mainan telah dijual kepada AM dengan harga Rp 2.100.000,”ungkap Juru Bicara Polresta Ambon ini.

Dari pengakuan tersangka ST, polisi kemudian ciduk AM, penadah barang curian tersangka ST, di Lorong Ciwangi.

Hasil pemeriksaan, AM akui tersangka ST menjual kalung kepada dirinya. ”Namun kalung dan mainan tersebut telah kembali di jual kepada KH dengan harga Rp 2.230.000,”sambung Iptu Moyo menjelaskan.

BACA JUGA :  Mencari Nafkah Di Kampus Kristen Oleh : Muis  S. A. Pikahulan. SH.I.,MH

Dari pengakuan AM itu, polisi kemudian meringkus KH dan KH akui telah membeli sebuah kalung dari AM dengan harga 2.230.000.

Tersangka ST dijerat dengan Pasal 365 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan, sedangkan tersangka AM dan KH selaku penadah dijerat dengan Pasal 480 ke 1 KUHP.

“Tersangka ST ancaman hukumannya 9 tahun penjara, AM dan KH 4 tahun penjara,”tandasnya.

Penulis : Ruzady Adjіѕ

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.