Kunjungan Ke Unpatti, Stafsus Menkumham Dorong Mahasiswa Ambon Dalam Bakat Digital

oleh
Staf khusus kementerian Hukum dan HAM bidang Transformasi digital Fajar BS Lase saat sosialisasi Kekayaan Intelektual di Universitas Pattimura Ambon, (5/4). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Staf Khusus (Stafsus) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Bidang Transformasi Digital, Fajar B.S Lase memberikan sosialisasi kekayaan intelektual kepada mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Rabu (5/4/2023).

Mereka diberi pemahaman betapa pentingnya kekayaan intelektual yang dapat membantu pengembangan usaha dan kemajuan melalui teknologi. Dihadapan ratusan mahasiswa, Fajar Lase memberikan materi kekayaan intelektual yang amat potensial digarap oleh mahasiswa.

Dalam kunjungan hari keduanya di Ambon itu, dia menganggap mahasiswa punya bakat digital.

Menurutnya mereka sebagai generasi Z dapat membuka jalan bagi pengembangan usaha generasi pendahulu melalui teknologi.

“Mahasiswa ini bagian penting karena dianggap punya talent digital. Mereka terlatih dan harusnya melek teknologi,” sebutnya dalam wawancara usai sosialisasi di Aula Rektorat Unpatti, Rabu (5/4/2023) siang.

Dalam paparan materi itu,hasil karya yang dapat dilahirkan mahasiswa tidak hanya berupa hak paten.

Namun mereka dinilai cakap dan mampu membantu generasi babyboomer atau generasi sebelumnya mereka. Secara spesifik Lase menyebut bantuan memajukan usaha mikro menengah serta menjadi peluang usaha.

Semisal dalam pembutan produk, kontek marketing dan promosi atau membantu mendafatrakan produk dan karya dalam kekayaan intelektual.

“Ini momen penting kenapa kami ada di kampus. Supaya masif (materi kekayaan intelektual) dan mahasisswa dianggap intelek dan melek teknologi,” lanjutnya.

Ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas itu juga berdikan materi apa saja yang ada dalam kekayan intelektual.

Seperti paten, hak cipta, desain industry, indikasi geografis, rahasia dagang dan desain tata letak sirkuit terpadu (DTLST).

Banyak tanggapan positif dari mahasiswa. Mereka rerata baru tahu secara detil perbedaan enam point tersebut.

Rektor Universitas Pattimura Prof. Dr. M.J. Sapteno SH, M.Hum menyatakan tiga tugas utama mahasiswa dapat pula melahirkan ide-ide atau temuan menarik.

BACA JUGA :  Ini Desa di Maluku Dengan Nilai DD Terbesar Senilai Rp 5 Miliar

Terkadang, temuan hal sederhana malah yang paling berpengaruh dan dapat didaftarkan kekayaan intelektualnnya.

“Sekecil apapun temuan sudara (mahasiswa), itu ide bagu, itu hak anda,” katanya dalam sambutan. Karya tulis termasuk di dalamnya. Rektor juga mendorong mahasiswa untuk tidak menyepelakan tiap karya yang lahir.

Perlu diingat agar juga mendaftarkannya agar tidak terjadi penjiplakan atau pengakuan pihak lain di kemudian hari.

Penulis : Priska Birahy

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.