PLN Maluku Malut Tingkatkan Kualitas Layanan Lewat Aplikasi PLN Mobile

oleh
oleh
General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula saat pertemuan Multi Stakeholder Forum (MSF) atau Forum Pemangku Kepentingan di salah satu Venue di Kota Ambon, Kamis (25/4/2023). FOTO : PLN UIW Maluku Malut

TERASMALUKU.COM,-AMBON-PT PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dengan penggunaan aplikasi PLN mobile sehingga akses pelanggan menjadi lebih mudah.

“Saat ini jumlah pelanggan PLN kurang lebih 750 ribu, pelayanan yang sebelumnya manual kini dilakukan secara digital melalui aplikasi PLN mobile,” kata GM PLN UIW Maluku dan Maluku Utara Awat Tuhuloula di Ambon, Kamis (25/5/2023).

BACA JUGA : Gelar Multi Stakeholder Forum, PLN Siap Bangun Sinergi Dengan Eksternal Terapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan

Ia menyampaikan hal itu pada multi-pemangku kepentingan forum semester I 2023 dihadiri pihak-pihak terkait di Maluku.

Menurut dia, semua layanan PLN mulai dari pasang baru, pembayaran rekening listrik, menaikkan daya hingga keluhan pelanggan bisa diakses melalui aplikasi PLN mobile tersebut.

“Jika dulu masyarakat harus datang ke kantor untuk berurusan maka kini cukup dalam genggaman saja melalui telepon pintar,” katanya.

Sementara Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UIW Maluku dan Maluku Utara Maman Sulaeman menyampaikan aplikasi PLN mobile pertama kali diluncurkan pada 2016.

“Namun pada Desember 2020 kembali diluncurkan ulang dengan fitur interaksi antara pelanggan dengan PLN,” katanya.

Alhasil saat ini aplikasi ini sudah diunduh 35 juta orang dengan rating 4,9 sebagai upaya memberikan pelayanan prima agar pelanggan lebih puas.

Ia menceritakan selama ini jika ada yang mau pasang baru atau tambah daya biasanya lewat telepon.

“Ketika tidak ada aplikasi yang memantau akhirnya standar layanan berbeda ada yang cepat dan ada yang lama,” kata dia.

Lewat aplikasi selain ada standar waktu yang jelas juga lebih transparan soal biaya.

Jika ada pelanggan yang melaporkan gangguan maka diberi waktu tiga jam paling lama kepada petugas lapangan untuk segera mengatasi.

BACA JUGA :  Pimpin Apel ASN, Penjabat Wali Kota Ambon Sampaikan 11 Program Prioritas

Jika dalam tiga jam petugas layanan belum datang maka laporan tersebut naik status menjadi merah bahkan hitam yang artinya akan sampai ke direksi.

“Artinya jika pengaduan sangat lambat yang akan dihubungi pertama kali oleh direksi adalah GM wilayah setempat untuk ditegur,” kata dia.

Sementara untuk layanan pasang baru dan tambah daya maksimal waktunya adalah lima hari.

Pada sisi lain guna mencegah adanya calo maka dilakukan pengamanan aplikasi lewat verifikasi akun dengan memasukkan identitas pelanggan.

Ia memastikan data pelanggan tersebut aman dan pelanggan tidak perlu khawatir akan bocor.

Pewarta : Penina Fiolana Mayaut/Antara
Editor : Agus Salim

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.