Catatan Kunjungan ke Seram Utara, Derita Masyarakat Dusun Air Merah Desa Roho

by
Saadiah Uluputty (tengah) bersama warga Dusun Air Merah Desa Roho, Maluku Tengah. FOTO : ISTIMEWA
Saadiah Uluputty (tengah) bersama warga Dusun Air Merah Desa Roho, Maluku Tengah. FOTO : ISTIMEWA

SAYA berkunjung ke suatu dusun saat kunjungan kerja ke Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah. Bersama ibu Haji Sugiarti yang memfasilitasi atas undangan pendeta Air Merah kami datang.

Dari Negeri Besi kami bertolak menggunakan dua unit mobil menyusuri jalan jalan perusahaan tanpa aspal menuju lokasi. Sekitar satu jam perjalanan kami tempuh dengan kecepatan 40 km/jam.

Tak jauh dari tempat tinggal dan pemukiman warga ada sebuah jembatan gantung diatas sungai. Informasinya dibangun oleh TNI Angkatan Laut saat singgah tahun 90an.

Dilokasi pertemuan, kami dijemput kepala Dusun Tanah Merah, ketua saniri dan beberapa orang warga. Sambil menunggu pa pendeta, bincang ringan dengan ibu guru yang mengajar di Paud.

“Berapa lama sudah tinggal disini bu ? ” sudah 11 tahun kami tinggal disini. Sebelumnya kami tinggal di pantai lalu kami datang menempati rumah kami yang dibangun PUPR. Ada sekitar 50an rumah tang dibangun untuk menampung kami”, jawab ibu guru Paud.

Menyahut dari sebelah saya, bapak Mitu Lilimau yang dengan spontan bersuara, kami ini sengsara ibu, perusahaan udang hanya berjarak 200 meter dari tempat tinggal kami, tapi hanya 4 orang yang bekerja itupun jadi tukang kikis kikis tiram. Kerja 5 hari hanya dapat Rp 185.000.
Air minum dan mandi sudah tidak bisa dari sungai karena kena penyakit kulit. Buah kelapa kami sudah kotel kotel dan tanaman pertanian terganggu.

Disambung testimoni dari bapak pendeta yang kami tunggu karena beliau yang mengundang kami hadir ke Roho Air Merah. Dengan serius beliau duduk dan menyampaikan aspirasi kepada kami.

“Kami disini masih kegelapan ibu, sudah dua tahun ada instalasi listrik tapi belum tersambung ke rumah rumah. Sudah kami sampaikan permohonan ke PLN tapi masih belum ditanggapi. Kiranya ibu bisa menyampaikan permohonan kami kepada PLN Wilayah Maluku ataupun CSR PLN ataupun perusahaan udang bisa membantu masyarakat agar pemukiman bisa terang. Kami ini belum merdeka dengan listrik, tolonglah kami ibu, harapnya. Gereja kami dan rumah pastori saya masih dengan papan tidak mengapa yang penting ada listrik masuk.

BACA JUGA :  Gubernur Minta  Bappeda Kawal DAU Maluku dari Laut

Saya menyambung dan memberikan tanggapan atas apa yang disampaikan. Ini juga tanggungjawab saya ya bapa pendeta dan bapa ibu. Akan saya sampaikan kepada para pihak terkait.

Sehari dari Roho, saya langsung menelepon General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku Maluku Utara, Awat Tuhuloula. Dengan sigap, pak Awat menyahut, siap ibu, saya segera perintahkan tim ke Roho.

“Semoga menjadi hadiah Ulang Tahun Kemerdekaan bagi mereka..yang ada di beranda perusahaan udang tapi hidupnya penuh derita,”

Oleh : Saadiah Uluputty, anggota DPR RI

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.