Mensos Tinjau Pelayanan Operasi Katarak Gratis di RSUD Namlea Pulau Buru

oleh
oleh
Menteri Sosial Tri Rismaharini berbincang dengan pasien yang memanfaatkan layanan operasi katarak gratis di RSUD Namlea, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, Kamis (21/12/2023). (ANTARA/Winda Herman)

TERASMALUKU.COM,-NAMLEA-Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini pada Kamis meninjau penyelenggaraan pelayanan operasi katarak gratis bagi warga di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namlea, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku.

Kementerian Sosial bersama instansi dan lembaga mitra menyelenggarakan pelayanan operasi katarak gratis di rumah sakit tersebut dalam rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional 2023.

“Saya menangani disabilitas. Disabilitas ini ternyata paling besar itu masalah kebutaan. Nah, ternyata setelah saya telusuri itu karena memang terlambat operasi katarak,” kata Menteri Sosial di Namela, Kamis (21/12/2023).

“Dan ternyata setelah kita bangun kerja sama ini, animo masyarakat cukup tinggi untuk mengikuti operasi katarak,” ia menambahkan.

Menteri Sosial mengatakan, pasien katarak yang kondisinya parah dan tidak bisa ditangani di RSUD Namlea akan dirujuk untuk menjalani operasi di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Apabila di sini tidak bisa tangani, kita akan kirim ke Makassar, semua biaya kita yang tanggung,” katanya.

Sebanyak 270 warga terdaftar sebagai peserta skrining untuk menjalani operasi katarak gratis di RSUD Namlea.

Skrining dilaksanakan dalam tiga tahap. Skrining tahap pertama pada 19 Desember 2023 diikuti oleh 101 orang, skrining tahap kedua pada 20 Desember 2023 diikuti 62 orang, dan skrining tahap ketiga pada 21 Desember 2023 diikuti oleh 107 orang.

Pasien yang menurut hasil pemeriksaan bisa menjalani operasi katarak tercatat sebanyak 78 orang dan 41 orang di antaranya telah dioperasi pada 20 Desember 2023.

Pasien yang lain yang lolos skrining dijadwalkan menjalani operasi katarak pada 21 Desember 2023.

Menteri Sosial mengemukakan bahwa katarak dan gangguan penglihatan yang lain dapat menurunkan produktivitas warga jika tidak segera ditangani.

“Kalau tidak dioperasi maka mereka hidupnya juga akan bergantung kepada orang lain, kemudian menjadi tidak produktif. Karena itulah kenapa kemudian kita lakukan ini,” katanya mengenai latar belakang penyelenggaraan pelayanan operasi katarak gratis.

BACA JUGA :  Langkah Cepat Siapkan Pengamanan Kelistrikan, Panitia STQ Nasional di Maluku Apresiasi PLN

Menteri Sosial menyampaikan bahwa selama meninjau pelayanan operasi katarak dia juga mendapati anak-anak muda yang mengalami katarak.

“Kalau kemudian mereka yang masih muda saja sudah terkena, ini sangat berpengaruh terhadap produktivitas dan masalah ekonomi,” katanya.

Oleh karena itu, dia mengatakan, pemerintah berusaha mengadakan pelayanan operasi katarak gratis secara berlanjut untuk membantu warga kurang mampu yang mengalami gangguan penglihatan.

Pewarta : Winda Herman/Antara
Editor : Maryati

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.