Kasus Dana Covid, Reboisasi Dishut dan Kwarda Pramuka Maluku, Kejati : Tetap Akan Diproses

oleh
Plt Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Aizit P. Latuconsina

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kejaksaan Tinggi Maluku pastikan kasus dugaan korupsi Dana Covid-19 Pemprov Maluku Tahun 2020-2021, Reboisasi Dinas Kehutanan Maluku di Malteng Tahun 2022 dan Dana Hibah Kwarda Pramuka Maluku Tahun 2022 tetap akan diusut.

Kejati Maluku sebelumnya pada akhir tahun 2023 lalu nyatakan tiga kasus dugaan tipikor tersebut plus kasus proyek Rumah Khusus pada BP2P Maluku jadi fokus penanganan di awal Tahun 2024.

“Tiga-tiganya tetap akan diproses,”kata Plt Kasi Penkum dan Humas Kejaksaan Tinggi Maluku, Aizit P. Latuconsina dikonfirmasi Rabu (24/1/2024).

Perkembangan penanganan tiga kasus dugaan tipikor ini kata dia menambahkan, nanti akan disampaikan.

“Nanti perkembangannya akan diinfokan,”tandasnya.

Sebelumnya, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Maluku, Triono Rahyudi mengemukakan, alasan sehingga tiga kasus tersebut jadi fokus penanganan di tahun 2024 lantaran di sisa tahun 2023 Kejati fokus untuk menyelesaikan perkara korupsi agar bisa segera dilimpahkan ke Pengadilan atau Tahap Penuntutan.

Sehingga di awal 2024, Kejati akan mulai lakukan pendalaman lagi terhadap tiga kasus tersebut.

BACA JUGA : Dugaan Korupsi Dana Covid-19, Reboisasi Dishut dan Dana Hibah Kwarda Pramuka Maluku Jadi Fokus Kejati Awal 2024

Kajati Maluku, Agoes S. Prasetyo didampingi Pejabat Utama saat paparkan capaian kinerja Kejaksaan se-Maluku saat coffee morning bersama awak media di kantor Kejati Maluku, Selasa (19/12/2023).

“Kami lagi fokus penyelesaian perkara yang segera limpah ke pengadilan, kami fokus nanti diawal tahun untuk lakukan pendalaman untuk tiga (perkara),”tuturnya menjawab wartawan saat dampingi Kepala Kajati Maluku, Agoes S. Prasetyo pada Coffee Morning di kantor Kejati Maluku, Ambon, Selasa (19/12/2023).

Lebih jauh dijelaskannya, untuk perkara dugaan korupsi Dana Covid-19, masih dilakukan pendalaman untuk mencari delik pidananya.

“Sudah dilakukan pengumpulan data intelijen dan sudah diekspose, cuma lebih secara ini mengkaji lagi data itu apakah ini terkait ranah pidana ataukah maladministasi karena ada pergeseran-pergeseran anggaran. Lagi kita dalami, kita mencari deliknya, ada tidak peristiwa pidananya,”bebernya.

BACA JUGA :  Pengemudi Mobil Diamankan Satlantas Ambon

Begitu juga dengan kasus dugaan korupsi reboisasi Dishut Maluku.

“Reboisasi kami sudah melakukan beberapa permintaan keterangan dan terakhir sumber barangnya diambil dari Pulau Jawa dan satu lagi ternyata dari Jawa Barat, sedang kami dalami titik lokasinya, dimana sumbernya,”terangnya.

Karena ending dari suatu peristiwa pidana itu kata Aspidsus adalah ada tidaknya kerugian keuangan negara dalam perkara tipikor. “Dan kita ingin mencarinya, bagaimana barangnya, sumbernya, spesifikasinya dan sebagainya,”sambungnya.

Sama halnya juga dengan dugaan korupsi Dana Hibah Kwarda Pramuka Maluku dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku.

“Tentang dana hibah kwarda (Pramuka) Maluku, ini juga sama kami sedang mendalami dulu sebelum kami lakukan penyelidikan, kami minta data-data itu,”tandasnya.

Penulis : Ruzady Adjis

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.