Warga Pulau Liran Perbatasan RI Minta Perhatian Prabowo Sumber Air Bersih

oleh
oleh
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ikut bergembira dan mandi bersama anak-anak di Tiakur Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Provinsi Maluku meresmikan proyek Air Bersih, Senin (4/9/2023). FOTO : HUMAS KEMENHAN

TERASMALUKU.COM,-AMBON-PRIGRAM Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto dalam rangka menyediakan air bersih bagi masyarakat yang kesulitan dengan menggandeng Universitas Pertahanan (Unhan) menimbulkan harapan baru bagi warga di perbatasan Indonesia dan Timor Leste tepatnya di Pulau Liran, Kecamatan Wetar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD)

Selama ini warga di pulau yang sering sekali berinteraksi dengan warga Timor Leste khususnya dari distrik Atauro itu mengalami kesulitan mendapatkan air yang bersih. Air dari sumur yang digali masyarakat di pulau kecil ini payau atau sedikit terasa asin. Selain itu akses untuk mendapatkannya pun terbatas.

Polly Kaitipana, salah satu pejuang kemanusiaan yang juga pelaku pemberdayaan masyarakat nelayan di Maluku. kepada wartawan, di Ambon, Rabu (24/1/2024) mengatakan, ia sudah sering tinggal di Pulau Liran dan ikut merasakan susahnya masyarakat mendapatkan air bersih.

”Masyarakat mengeluh dalam waktu yang sangat panjang ini. Mereka mendapat harapan ketika pak Praboxo bersama bapak Presiden Joko Widodo ke Pulau Moa dan berhasil menemukan sumber-sumber air yang menghidupkan bagi manusia maupun ternak di sana. Mereka berharap tim ahli dari Unhan dengan peralatan yang canggih untuk menemukan sumber ait bisa juga menyentuh Pulau Liran,” kata Polly.

Ia mengaku, hal ini sudah dikoordinasikannya dengan Danrem di Kota Ambon dan dalam waktu dekat, Danramil di Wetar Barat akan menyampaikan surat permohonan masyarakat Pulau Liran agar pak Prabowo bisa meminta tim ahli Unhan ke pulau itu.

Sementara itu, di tempat yang sama, Pembina Persatuan Pemuda Pelajar Pulau Werar dan Lirang (P3WL), Jonathan Madiuw menambahkan, kesulitan air bersih di Pulau Liran harus menjadi prioritas pemerintah, karena Pulau Liran adalah Beranda NKRI.

”Bukan rahasia lagi, kalau masyarakat yang sakit parah dan butuh perawatan cepat, mereka sering berobat di Dili, ibu kota Republik Demokrat Timor Leste. Mereka bahkan dijemput di Atauro dengan pasawat dan dibawa berobat gratis ke Dili dan kemudian diantar lagi ke Pulau Liran. Itu karena akses rumah sakit dan tenaga medis representatif yang jauh. Selain itu, pertalian darah antar masyarakat di Liran dan warga di Atauro ikut berpengaruh, Apalagi butuh menumpang transportasi laut berhari-hari ke ibu kota kabupaten maupun ke Provinsi Maluku untuk bisa berobat.” paparnya.

BACA JUGA :  Hanya Ada 200 Juta Untuk Belanja Buku Perpustakaan Daerah Maluku  

Bukan cuma itu, kehidupan masyarakat di Pulau Liran pun masih tergantung dari Timor Leste dimana hasil perikanan mereka selama ini dijual ke negara yang dulunya menjadi provinsi ke-27 di Indonesia itu.

”Mereka jual ikan ke Dili hanya dengan mengantongi pas jalan dari aparat yang menjaga perbatasn. Lalu dari Dili nelayan dari Pulau Liran membeli sembako untuk dibawa pulang demi menyambung hidup,” tambah dia.

Kendati begitu, tambah Pembina P3WL yang juga wartawan senior ini, semangat kebangsaan NKRI warga di Liran termasuk di keseluruhan Pulau Wetar bukan kacang-kacang.

”Semangat NKRI mereka sangat tinggi. Bukan kacang-kacang. Tak heran di Wetar dan Liran ada istilah, Garuda di dana, perut di Timor Leste,” sebut putra Wetar-Liran ini.

Jonathan menambahkan Menhan Prabowo dengan Nasionalisme-nya yang tinggi, bahkan sebagai mantan pejuang di Timur-Timor, pastinya akan bisa memperhatikan keluhan masyarakat di Pulau Liran.

”Ya semoga pak Prabowo bisa memperhatikan keluhan masyarakat ini. Saya yakin, beliau yang punya semangat Nasionalisme yang tinggi, bahkan sebagai mantan pejuang di Timur-Timor, be;iau pasti secepatnya bisa mersepek keluhan masyarakat perbatasan ini,” harapnya.

”Perlu saya tambahkan juga bahwa selain di Pulau Liran, di Pulau Wetar atau sering disebut Wetar Besar pun ada banyak daerah yang masyarakatnya susah mendapatkan air bersih, salah satunya di Desa Kaihilin, semoga nanti tim ahli Unhan juga bisa menyentuh desa-desa ini,” sambungnya.

Dikutip dari ANTARA, Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto berencana membantu menambah alat deteksi sumber air Universitas Pertahanan (Unhan) yang saat ini untuk memetakan sumber-sumber air di daerah yang cukup lama mengalami kekeringan.

Prabowo menilai sejauh ini kerja Satuan Tugas (Satgas) Air Unhan memetakan sumber-sumber air, menyalurkan sumur bor, dan membangun pipanisasi terbukti bermanfaat bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.

BACA JUGA :  Sekda Lespas Kontingen Pesparawi Bursel

“Sudah punya 10 atau 12 unit alat deteksi yang bekerja. Akan tetapi, kalau situasi begini, saya akan cari sumber daya kalau perlu tambah unit, ya, mungkin jadi 20 atau 24 supaya terus membantu,” kata Prabowo saat meninjau sumber air bersih yang ditemukan Satgas Air Unhan di Pondok Pesantren Al Anwar, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/1/2024).

Ditegaskan bahwa air merupakan kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi sehingga mereka yang kesulitan air bersih perlu segera dibantu.

“Tanpa air mungkin tidak ada kehidupan. Jadi, saya akan terus prioritas masalah air ini, dan Unhan riset terus, belajar terus di mana-mana. Saya juga perintahkan kirim tim ke mancanegara, ke negara-negara lain, untuk belajar teknologi bagaimana mencari air bersih bagi rakyat,” kata Prabowo.

Menhan menjelaskan bahwa program pengabdian masyarakat yang dilakukan Satgas Air Unhan merupakan bagian dari tridarma perguruan tinggi, terutama untuk membantu kesulitan masyarakat.

”Tentunya ini bukan tugas pokok Unhan. Tugas pokok Unhan mendidik insinyur-insinyur baru dan anak-anak muda kita. Akan tetapi, ini bagian dari pengabdian masyarakat,” kata Prabowo.

Sejak aktif berkeliling ke daerah-daerah yang susah air sekitar akhir 2022 dan awal 2023, Satgas Air Unhan menemukan lebih dari 100 sumber air bersih di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Pulau Moa (Maluku Barat Daya), Lombok dan Sumbawa (Nusa Tenggara Barat), Gunung Kidul dan Bantul (D.I. Yogyakarta), Banten, Pamekasan dan Bangkalan (Pulau Madura, Jawa Timur), Banyumas, Blora, Boyolali, Kendal, Purworejo (Jawa Tengah), serta Kuningan, Sukabumi, dan kabupaten Bogor (Jawa Barat).

Editor : Hamdi

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.