Direktur PT. Fajar Baru Gemilang Sudah Ditetapkan Sebagai Tersangka

oleh
Ilustrasi

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku rupanya sudah tetapkan Direktur PT. Fajar Baru Gemilang inisial TB sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pasar Langgur di Kabupaten Maluku Tenggara Tahun Anggaran 2015-2018.

Hanya saja, TB selaku rekanan penyedia barang/jasa (kontraktor) belum diperiksa.

Tiga kali surat panggilan dilayangkan Tim Penyidik, TB selalu mangkir.

TB ikuti jejak DF yang tak lain Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tual dan RT, Direktur CV. Surya Konsultan selaku Konsultan Pengawas yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pasar Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara ini.

Kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp2,5 miliar.

Plt Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Aizit P. Latuconsina

“Tersangka (TB) belum diperiksa karena sampai saat ini sudah 3 kali dipanggil, belum datang,”ungkap Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Aizit P. Latuconsina dikonfirmasi Senin (5/2/2024).

Berkas perkara tersangka TB akan menyusul dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Ambon.

Sementara berkas perkara dua tersangka awal, DF dan RT, sudah dilimpahkan ke PN Ambon, Senin.

BACA JUGA : Berkas Perkara Korupsi Proyek Pasar Langgur Masuk Pengadilan

“Sedangkan satu orang tersangka lainnya yaitu TB selaku rekanan penyedia barang / jasa, perkaranya masih proses penyidikan dan akan menyusul dilimpahkan,”terangnya.

Dalam kasus ini, DF lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (23/11/2023) dan langsung di tahan di Rutan Kelas IIA Ambon.

DFF merupakan PPK proyek tersebut saat masih menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Maluku Tenggara sebelum duduki kursi jabatan Kadis Koperasi Kota Tual.

Selanjutnya giliran RT, Direktur CV. Surya Konsultan ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (30/11/2023), langsung dijebloskan ke Rutan Ambon juga.

Sekedar tahu, proyek pembangunan Pasar Langgur dikerjakan dalam 4 tahun anggaran yakni 2015, 2016, 2017 dan 2018.

BACA JUGA :  Video Viral Remaja Putri Dianiaya Dalam Kamar, Satreskrim Polres Pulau Buru Amankan Teduga Pelaku

Anggaran proyek berasal dari APBD Kabupaten Malra. Rinciannya, anggaran Tahun 2015 sebesar Rp12,4 miliar, Tahun 2016 Rp3,2 miliar, tahun 2017 Rp3,4 miliar plus penambahan Rp1,8 miliar dan tahun 2018 sebesar Rp2,5 miliar.

Proyek dikerjakan PT. Fajar Baru Gemilang.

Kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp2,5 miliar berdasarkan perhitungan yang dilakukan Inspektorat Provinsi Maluku.

Penulis : Ruzady Adjis

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.