Mantan Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon Diperiksa Jaksa

oleh
Petrus Fatlolon. Foto : Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Mantan Bupati Kepulauan Tanimbar Periode 2017-2022, Petrus Fatlolon diperiksa jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Kepulauan Tanimbar, Kamis (15/2/2024) di Kota Saumlaki.

Fatlolon diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka kasus dugaan korupsi anggaran Perjalanan Dinas pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kepulauan Tanimbar Tahun 2020.

Dalam kasus ini, kerugian negara berdasarkan hasil audit sebesar Rp1.092.917.664,00.

Fatlolon yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Kota Sorong dua periode ini diperiksa jaksa selama kurang lebih 6 jam.

“Pada hari Kamis 15 Februari 2024 sekitar pukul 10.30 WIT sampai dengan pukul 17.00 WIT, Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Kepulauan Tanimbar telah melakukan pemeriksaan terhadap PF, Bupati Kepulauan Tanimbar periode tahun 2017-2022 sebagai saksi dalam perkara dugaan penyalahgunaan Keuangan Negara dalam Penggunaan Anggaran Perjalanan Dinas pada Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar Tahun 2020,”ungkap Plt Kasi Penkum dan Humas Kejaksaan Tinggi Maluku, Aizit P. Latuconsina.

Fatlolon diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Ruben Benharvioto Moriolkossu alias RBM dan tersangka PM.

Tersangka Ruben merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Tanimbar sedangkan PM merupakan Bendahara Setda Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

“PF diperiksa sebagai Saksi untuk perkara tersangka RBM (Sekda Kepulauan Tanimbar) dan tersangka PM (Bendahara Setda Kabupaten Kepulauan Tanimbar),”sambungnya.

Setidaknya ada 38 pertanyaan yang dicecar jaksa penyidik kepada Fatlolon selama proses pemeriksaan berlangsung.

“Untuk tersangka RBM, Jaksa Penyidik mengajukan 20 pertanyaan kepada saksi PF dan untuk tersangka PM sebanyak 18 pertanyaan,”jelasnya.

Selama pemeriksaan, Fatlolon didampingi Penasehat Hukum, Neles Serin.

Untuk diketahui, Ruben Benharvioto Moriolkossu alias RBM ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini Oktober 2023 lalu berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: B-1615/Q.1.13/Fd.2/10/2023. Saat penetapan tersangka, Ruben menjabat sebagai Penjabat Bupati Kepulauan Tanimbar.

BACA JUGA :  Safari Ramadhan, Bupati SBB : Islam Sebagai Rahmat Untuk Alam Semesta

Ruben ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai Sekda Kepulauan Tanimbar.

Sedangkan PM selaku Bendahara Pengeluaran Setda Kepulauan Tanimbar ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: B-1616/Q.1.13/Fd.2/10/2023.

Penulis : Ruzady Adjis

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.