Translokasi Belasan Burung Paruh Bengkok dari Sulsel Ke BKSDA Maluku

oleh
Sumber: BKSDA Maluku

TERASMALUKU.CO,AMBON, – BKSDA Maluku menerima 11 ekor burung paruh bengkok dari Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan di Ambon pada Jumat (16/2/2024) pagi di Bandara Pattimura Ambon. Burung jenis ini tergolong tanaman satwa liar (TSL) yang diperoleh dari sitaan penumpang kapal maupun penyerahan secara sukarela.

Mereka terdiri darin 11 (sebelas) ekor denga rincian jenis 2 (dua) ekor Nuri Aru (Chalcopsitta scintillate), 8 (delapan) ekor Nuri Telinga Biru (Eos semilarvata) dan 1 (satu) ekor Kakatua Koki (Cacatua galerita).

“Burung-burung ini translokasi dari hasil patroli dan kedapatan ada penumpang kapal yang bawa di Pelabuhan Soekarno Hatta-Kota Makassar. Ada pula yang diserahkan pemilik,” jelas Polisi Hutan, Seto kepada wartawan, Minggu (18/2/2024)

Sebagian burung itu ada yang dipelihara atau yang kedapatan akan dijual. Oleh petugas diamankan agar dapat dikemablikan ke habitat asalnya di Maluku.

Sebagian burung yang dari hasil penyerahan, kata Seto, diperoleh dari Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan dan Balai Karantina Pertanian Makassar.

“Kami terima Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WIT dari Sulawesi Selatan dan kondisi mereka smeua baik dan sehat,” jelasnya.

Saat ini 22 ekor burung pun tengah berada di Kandang Pusat Konservasi Satwa (PKS) Kepulauan Maluku di Kota Ambon untuk dikarantina dan direhabilitasi sebelum dilepasliarkan ke habitat aslinya.

Tujuannya untuk benar-benar memulihkan kondisi juga memastikan sifat liarnya kembali sebelum dilepasliarkan di hutan.

Selama beraada di KSDA Sulawesi Selatan mereka telah menjalani proses perawatan, karantina dan rehabilitasi di kandang transit milik Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan sekitar 2 hingga 9 bulan. Tujuannya untuk memulihkan kondisi hewan sehat, liar dan siap dilepas.

Sebagai informasi bahwa burung Nuri Telinga Biru (Eos semilarvata), Nuri Aru (Chalcopsitta scintillate) dan Kakatua Koki (Cacatua galerita) merupakan salah satu satwa endemik Kepulauan Maluku dengan habitat dan penyebaran alaminya berada di Pulau Seram dan Kepulauan Aru di Provinsi Maluku.

BACA JUGA :  Buang Sampah Sembarangan, Pemkot Palu Terus Lakukan Edukasi Ke Masyarakat

Penulis: Editor

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.