Korupsi Dana BOS, Mantan Kadis Pendidikan Malteng Askam Tuasikal Dihukum Penjara 5 Tahun

oleh

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Terdakwa Askam Tuasikal, mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DisDikbud) Kabupaten Maluku Tengah dihukum 5 tahun penjara atas kasus korupsi Dana BOS pada Disdikbud Malteng tahun 2020–2022 yang rugikan negara Rp3.993.294.179,94,-.

Sidang pembacaan putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Ambon dilangsungkan Senin (19/2/2024).

Sidang dipimpin Hakim Ketua, Harris Tewa didampingi hakim anggota masing-masing Lutfi Alzagladi dan Agus Hairullah.

“Terdakwa Askam Tuasikal, pidana pokok berupa penjara selama 5 Tahun, dikurangi masa penahanan,”ungkap Plt Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Aizit P. Latuconsina.

Terdakwa Askam juga dihukum bayar denda sebesar Rp300.000.000,- subsider 3 bulan kurungan. “dan pidana tambahan berupa Uang Pengganti sebesar Rp1. 823.914.179,94, subsider 1 tahun penjara,”sambungnya.

Sedangkan terdakwa Oktovianus Noya selaku Manager Dana BOS Malteng Tahun 2020-2022, dihukum pidana penjara 4 tahun dikurangi masa penahanan, denda Rp300.000.000,- subsider 3 bulan kurungan dan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp589.380.000,- subsider 1 tahun penjara.

Sementara terdakwa Munnaidi Yasin selaku Komisaris PT. Ambon Jaya Perdana selaku penyedia, dihukum pidana penjara selama 5 tahun, dikurangi masa penahanan.

“dan denda sebesar Rp300.000.000.- subsider 3 bulan kurungan. Ditambah pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp1.565.000.000,- subsider 1 tahun pidana penjara,”jelasnya.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menyatakan ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan Primair Penuntut Umum, yaitu melanggar Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Ayat (1), (2), (3) Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Atas putusan tersebut, Penuntut Umum (Kasi Pidsus Kejari Maluku Tengah) Junita Sahetapy yang hadir dalam sidang tersebut menyatakan pikir-pikir. Demikian juga ketiga terdakwa menyatakan pikir-pikir,”tandasnya.

BACA JUGA :  Titip Salam Untuk Pahlawan JKN

Penulis : Ruzady Adjis

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.