Sekda dan Bendahara Pengeluaran Tanimbar Dijebloskan ke Rutan Ambon

oleh
Tersangka Ruben Benharvioto Moriolkossu alias RBM

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ruben Benharvioto Moriolkossu alias RBM dijebloskan ke balik jeruji besi pada Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Ambon, Selasa (27/2/2024).

Sekda tak sendiri, Bendahara Pengeluaran Setda, PM yang juga jadi tersangka dalam kasus ini ikut diseret ke bui pada Rutan Ambon.

Tersangka PM

Sekda Ruben dan Bendahara Pengeluaran PM merupakan tersangka kasus dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tanimbar Tahun 2020.

Kerugian keuangan negara dalam kasus ini sebesar Rp1.092.917.664,00 dari total Pagu Anggaran sebesar Rp1.930.659.000.

Kedua tersangka tiba di Rutan Ambon

Plt Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Aizit P. Latuconsina menjelaskan, penahanan terhadap kedua tersangka ini dilakukan oleh Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kepulauan Tanimbar setelah Tahap II perkara atau penyerahan tersangka dan barang bukti dari Penyidik Kejaksaan di kantor Kejaksaan Tinggi Maluku di Ambon, Selasa.

Kedua tersangka jalani penahanan selama 20 hari kedepan.

Plt Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Aizit P. Latuconsina

“Setelah selesai penyerahan Tahap II maka kedua Terdakwa selanjutnya ditahan oleh Penuntut Umum di Rutan Ambon selama 20 hari terhitung mulai hari ini tanggal 27 Februari 2024,”jelasnya.

Setelah Tahap II, Penuntut Umum akan siapkan dakwaan untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan.

“Selanjutnya Penuntut Umum Kejari KKT akan menyiapkan berkas dan surat dakwaan untuk selanjutnya segera melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon,”tandasnya.

Ditambahkan Kasi Barang Bukti pada Kejari Kepulauan Tanimbar selalu Penuntut Umum, Bambang Irawan, modus korupsi dalam perkara ini adalah kegiatan fiktif.

“Kronologis pada Tahun 2020 terdapat anggaran perjalanan dinas baik dalam maupun luar daerah, dari laporan realisasi 1,6 miliar, dari proses pemeriksaan yang dilakukan konfirmasi pada saksi-saksi maupun maskapai, ditemukan lebih kurang 1 miliar 90 juta kegiatan yang fiktif yang tidak pernah dilaksanakan namun tetap dibuatkan SPPD-nya dan anggarannya tetap dicairkan,”bebernya.

BACA JUGA :  Kali Pertama, Laporan Keuangan Pemprov Maluku Raih Opini WTP

Sekedar tahu, Sekda Ruben ditetapkan sebagai tersangka pada 10 Oktober 2023 lalu berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: B-1615/Q.1.13/Fd.2/10/2023. Saat penetapan tersangka, Ruben menjabat sebagai Penjabat Bupati Kepulauan Tanimbar.

Ruben ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai Sekda Kepulauan Tanimbar.

Sedangkan PM selaku Bendahara Pengeluaran Setda Kepulauan Tanimbar ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: B-1616/Q.1.13/Fd.2/10/2023.

Kedua tersangka didakwa melanggar Primair : Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Ayat (1), (2), (3) Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang – Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dan Subsidair Pasal 3 juncto Pasal 18 Ayat (1), (2), (3) Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang – Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis : Ruzady Adjis

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.