Bappeda Gelar Maluku Innovation Award, 13 Inovasi Diperlombakan

oleh
oleh

TERASMALUKU.COM,-AMBON– Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku, melaksanakan ajang Maluku Innovation (MI) Award Tahun 2024.

Kegiatan yang berlangsung di lantai 6 Kantor Gubernur Maluku ini diikuti 6 OPD dan 4 Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak Selasa kemarin.

Hari ini, Rabu (3/4/2024), terdapat 4 kabupaten/kota yang memaparkan 7 inovasi daerah yang telah dilaksanakan. Di antaranya Kota Ambon 2 inovasi (Kalesang Kintal Kosong atau pemanfaatan lahan pertanian warga dan Si Pelayanan Alkanjang atau Strategi Peningkatan Alat Kontrasepsi Jangka Panjang bersama Stakehoder), Kabupaten Buru 3 (Asri atau Anak Sadar Lingkungan; Dewi Berseri atau Desa Wisata Bersih, Sehat, Lestari, dan Beriman; Dudeso atau Depot UMKM dan Kerajinan Masyarakat Bupolo) serta masing-masing 1 inovasi untuk Maluku Tenggara (Jeko Pabesting atau Jemput, Konseling, Pasang, Aman, Bebas Stunting) dan Buru Selatan (Geba Keda atau Gerakan Bersama Kembangkitan Ekonomi Desa).

Selain 7 inovasi dari 4 kabupaten/kota, ada juga 6 inovasi dari OPD lingkup provinsi yang sudah dipaparkan pada Selasa kemarin. Di antaranya Dinas Pertanian (Pelita Si Tani atau Pelibatan Stakeholder dalam Pembiayaan Petani); Dinas Sosial (Sinoli atau Sistem Informasi Pengaduan Online), Dinas Kehutanan (Si Papaceda atau sistem informasi pemantauan pemanfaatan penggunaan berbasis citra satelit digital), RSUD Umarella (Beta Team atau be everything together Act – transportation emergency ambulance medic), Sekretariat DPRD (Merindu atau Media Informasi Terpadu), dan

Untuk kota Ambon dan Maluku Tenggara, dipaparkan langsung oleh Pejabat Wali Kota, Bodewin M. Wattimena dan Pejabat Bupati, Jasmono. Sementara Buru dan Bursel dipaparkan oleh kepala dinas masing-masing.

Ketua Tim Gubernur Percepatan Pembangunan (TGPP) Provinsi Maluku, Hadi Basalamah, mengungkapkan, salah satu upaya konkrit yang harus dilakukan oleh pemerintah provinsi Maluku dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang dari good government menjadi strong government, maka diperlukan lompatan di dalam mindset berpikir atau polarisasi.

BACA JUGA :  Penjelasan Polda Maluku Atas Beredarnya Foto Kapolsek Haruku di Tengah Massa Konflik

Menurutnya, Pemerintah saat ini mendukung dan menuntut seorang pejabat publik atau birokrasi khususnya di pemerintahan provinsi Maluku untuk tanggap dan responsif terhadap seluruh problematika maupun dinamika yang terjadi dalam kehidupan.

“Dalam konteks ini maka pembangunan ada framingnya, nah untuk Maluku khususnya isu mengenai kemiskinan mengenai pelayanan publik mengenai pendidikan mengenai kesehatan itu bagian dari prioritas pembangunan untuk Maluku,” jelasnya.

Untuk pencapaian treatment itu, Basalamah mengaku tidak bisa kerja slow atau yang biasa-biasa saja, namun perlu ada lompatan inovasi. “Sesuatu yang harus kita buat dan kita lakukan yang bisa memberikan dampak atau multiplier effect, untuk itu maka lahirlah yang namanya inovasi,” ungkapnya.

Maluku Innovation yang saat ini dilakukan untuk melihat seluruh OPD atau perangkat pemerintah daerah bagaimana mentreatment program-program inovasi yang betul-betul bermanfaat bagi masyarakat.

“Jadi inovasi ada tiga yaitu bagaimana membuat sesuatu yang baru yang belum pernah orang buat, yang kedua bisa duplikasi atau yang sudah pernah dibuat tapi kita treatment lebih tinggi, dan yang ketiga dampak inovasi itu harus dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Dengan demikian, Basalamah mengaku saat ini pihaknya melaksanakan perlombaan inovasi. “Kita dengan tim punya SOP, ini juga dari Kementerian Dalam Negeri dan Kemenpan RB, jadi satu OPD satu inovasi,” jelasnya.

Basalamah mengaku, Gubernur Maluku memerintahkan dirinya selaku Ketua TGPP untuk membuat satu OPD satu inovasi yang diperlombakan antara OPD seperti halnya dilaksanakan secara nasional. “Nanti ada reward terhadap inovasi yang dinilai terbaik. Inovasi terbaik ini juga akan diikutkan dalam lomba nasional nanti,” ujarnya.

Dikatakan, inovasi yang dibuat seluruh OPD akan berjalan terus. “Sbelumnya pada dua tiga tahun lalu kita masuk provinsi tidak inovatif, sekarang Maluku masuk dalam provinsi inovatif, kenapa, karena treatment ke bawahnya bagus jadi ada mekanisme dan prosedural,” tambahnya.

BACA JUGA :  Mengenal Rumah Sakit Tempat Istri Wakil Walikota Ambon Dirawat

Senada dengan Ketua TGPP, Kabid Litbang Bappeda Provinsi Maluku, Rufaidah Samal, mengaku ajang Maluku Innovation ini telah dilakukan sejak bulan Februari 2024. Di bulan ini diterima berbagai inovasi dari OPD lingkup provinsi dan kabupaten/kota se Maluku.

“Sebenarnya jumlah inovasi dari OPD lingkup provinsi dan kabupaten/kota yang masuk banyak sekali. Dan kami melakukan verifikasi tahap pertama oleh tim verifikasi,” ungkapnya.

Verifikasi kedua juga dilaksanakan oleh verifikator utama, hingga tim Bidang Litbang Bappeda Maluku melakukan pleno dan tersisa 13 inovasi yang diperlombakan. 6 diantaranya adalah inovasi OPD lingkup provinsi, dan 7 dari kabupaten/kota.

“Jadi kita di bidang Litbang ada pleno untuk menentukan inovasi inovasi mana saja yang yang ikut tingkat final untuk penilaian inovasi dan terjaring 6 inovasi untuk OPD provinsi dan 7 inovasi untuk kabupaten kota dengan tingkat kemenangan di atas 60%,” jelasnya.

Menurutnya, untuk inovasi dari OPD provinsi Maluku telah melaksanakan pemaparan dan penilaian pada Selasa kemarin. Sementara hari ini untuk kota Ambon, Kabupaten Buru, Maluku Tenggara dan Buru Selatan.

“Setelah ini nanti akan ada pengumuman juara satu dan dua untuk tingkat provinsi, kemudian semua inovasi ini akan kita daftarkan juga sebagai inovasi daerah untuk masuk dalam penilaian IGA (Indonesia Government Aworld) di Kementerian Dalam Negeri,” sebutnya.

Ia mengaku, untuk pengumuman juara inovasi terbaik tingkat provinsi Maluku akan disampaikan pada saat Musrenbang tanggal 17 April 2024.

Penulis: Husen Toisuta

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.